Waspada! Ini Ciri-Ciri Ruam Khas Cacar Monyet

Waspada! Ini Ciri-Ciri Ruam Khas Cacar Monyet
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Indonesia harus waspada. Virus cacar monyet diketahui sudah menyebar hingga ke Asia. Singapura, negara tetangga Indonesia, sudah melaporkan kasus cacar monyet dalam beberapa hari terakhir ini.

Selain Singapura, Korea Selatan pun melaporkan kasus yang sama, Rabu (22/6). Otoritas kesehatan Negeri Ginseng itu melakukan tes diagnostik setelah ditemukan seorang warga negara asing yang menunjukkan gejala potensial penyakit itu. Sebelumnya, Selasa (21/6) sore, seorang warga lokal menunjukkan gejala setelah melakukan perjalanan dari Jerman.

Bagaimana Penyakit Cacar Monyet Menular?
Ilustrasi virus (Foto: Science Photo Library)

Hingga saat ini, menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus konfirmasi telah mencapai 2.000 kasus. Sejak 1 Januari hingga 15 Juni, 45 negara sudah melaporkan kasus cacar monyet. Kebanyakan kasus berasal dari wilayah Eropa dan Amerika Utara.

Melihat cepatnya penyebaran virus ini, WHO meminta dunia untuk waspada. Khususnya ketika mulai muncul ruam. Ruam yang menjadi ciri khas cacar monyet ini punya beberapa fase. Dimulai dari makula (ruam kemerahan yang mendatar), papula (ruam kemerahan yang terasa menonjol), pustula (ruam kemerahan menonjol berisi cairan), hingga akhirnya menjadi koreng.

“Gejala ruam tersebut juga bisa disertai dengan demam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, dan nyeri otot,” lanjut WHO seperti dikutip dari situs resminya.

Waspada! Ini Ciri-Ciri Ruam Khas Cacar Monyet
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Ruam ini bisa saja muncul pada area tertentu pada tubuh. Namun, bisa juga menyebar ke sekujur tubuh. Pada beberapa pasien, gejala penyakit ini bisa terlihat dengan jelas. Sementara itu, pada pasien lain, tidak ada gejala sama sekali atau hanya menunjukkan ruam ringan.

“Semua individu yang memenuhi definisi kasus suspek harus ditawarkan pemeriksaan lebih lanjut. Ini berdasarkan pada faktor klinis dan epidemiologis terkait penilaian kemungkinan infeksi,” saran WHO.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry