Menghitung margin keuntungan memang terlihat mudah, tapi masih ada pemilik bisnis sering salah langkah. Angka penjualan terlihat besar, tapi kalau biaya belum tercatat dengan benar, margin sebenarnya bisa jauh berbeda. Oleh karena itu, sebelum menghitung, penting memahami data keuangan dan memastikan semuanya tercatat dengan lengkap. Dengan begitu, hasil perhitungan bisa lebih akurat dan bisa dijadikan dasar keputusan bisnis.
Selain itu, memahami beberapa hal seperti pendapatan, beban, dan biaya produksi akan membuat perhitungan lebih jelas. Laporan keuangan yang rapi sangat membantu untuk melihat kondisi usaha secara keseluruhan. Dengan margin yang dihitung tepat, kamu bisa menilai efisiensi bisnis, menentukan strategi harga, dan melihat peluang meningkatkan keuntungan. Jadi, menghitung margin bukan sekadar angka, melainkan juga cara menilai kesehatan bisnis.
Apa Itu Margin?
Margin adalah persentase keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan. Margin menunjukkan perbandingan antara keuntungan dengan total pendapatan yang dihasilkan. Dalam dunia bisnis, margin merujuk pada selisih antara harga jual dan biaya produksi, sehingga menggambarkan besarnya keuntungan yang didapat dari setiap penjualan.
Ada 3 jenis margin. Pertama, margin laba bersih. Ini adalah selisih keuntungan setelah dikurangi pajak dari pendapatan yang diperoleh. Semakin besar margin ini, semakin baik kesehatan keuangan bisnis. Kedua, margin laba kotor (gross margin). Ini adalah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi biaya pokok produksi. Semakin tinggi nilainya, semakin besar modal yang kembali ke perusahaan. Terakhir, margin laba operasional (operating margin). Ini adalah selisih antara pendapatan dan seluruh biaya operasional. Margin ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya untuk menghasilkan keuntungan.
Melalui perhitungan margin, pelaku usaha dapat melihat angka keuntungannya dan menilai apakah usahanya telah berjalan secara efektif dan efisien atau belum. Semakin besar nilai margin yang diperoleh, semakin baik pula kinerja usaha dalam menghasilkan keuntungan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki kondisi keuangan yang lebih sehat dan stabil.
Baca juga artikel: Apa Itu Margin dan Fungsinya bagi Pelaku Usaha
Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan

Sebelum menghitung margin, pastikan semua data keuangan dan biaya usaha tercatat dengan rapi. Margin yang akurat membantu menilai kesehatan bisnis, menentukan harga jual yang tepat, dan melihat peluang meningkatkan keuntungan. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dikutip dari OCBC:
1. Pahami dasar margin
Margin dibangun dari pendapatan dan beban.
- Pendapatan: semua pemasukan atau nilai yang masuk ke bisnis, seperti hasil penjualan produk atau jasa.
- Beban: semua biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis, termasuk biaya produksi, operasional, gaji, dan lainnya.
Kalau pendapatan dan beban tidak dipisahkan dengan jelas, margin bisa terlihat lebih tinggi atau lebih rendah daripada kenyataannya. Pastikan setiap transaksi dicatat pada kategori yang benar.
2. Catat semua biaya produksi
Biaya produksi adalah semua biaya yang digunakan untuk membuat produk atau menyediakan jasa. Biaya ini terbagi menjadi:
- Fixed cost (biaya tetap): gaji karyawan, sewa gedung, penyusutan aset
- Variable cost (biaya variabel): bahan baku, kemasan, ongkos kirim, biaya distribusi, promosi
Jika ada biaya yang tidak dicatat, margin akan tampak lebih tinggi daripada yang sebenarnya. Catat semua biaya agar perhitungan benar-benar mencerminkan kondisi bisnis.
3. Buat laporan laba rugi
Laporan laba rugi adalah catatan yang menunjukkan pendapatan dan beban selama periode tertentu.
Rumus sederhana:
Laba bersih = pendapatan kotor – beban usaha
Laporan ini menjadi dasar perhitungan margin. Dengan laporan yang rapi, kamu bisa melihat mana sumber keuntungan dan mana biaya yang perlu dikurangi.
4. Hitung harga pokok penjualan (HPP)
HPP adalah total biaya langsung untuk memproduksi barang atau jasa, termasuk bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lain.
Rumus HPP:
HPP = persediaan awal + pembelian bersih – persediaan akhir
HPP digunakan untuk menetapkan harga jual, mengevaluasi efisiensi produksi, dan menghitung margin. Kesalahan menghitung HPP bisa membuat omzet terlihat besar, tapi keuntungan tipis.
5. Cek saldo awal dan akhir
Saldo awal dan akhir menunjukkan jumlah uang atau aset yang dimiliki pada awal dan akhir periode.
Kenapa penting?
- Pastikan saldo awal dan akhir sesuai, agar tidak ada selisih yang tidak bisa dijelaskan.
- Selisih bisa menandakan transaksi terlewat atau kesalahan pencatatan.
Saldo yang benar menjamin perhitungan margin lebih akurat dan meminimalkan risiko kesalahan dalam pembukuan.
6. Gunakan penjualan bersih
Margin sebaiknya dihitung berdasarkan penjualan bersih, bukan penjualan kotor.
Rumus penjualan bersih:
Penjualan bersih = penjualan kotor – retur – komisi – diskon
Penjualan kotor tidak memperhitungkan retur, diskon, atau komisi, sehingga margin bisa terlihat lebih besar daripada kenyataannya. Menggunakan penjualan bersih membuat margin lebih realistis dan mencerminkan keuntungan yang benar-benar masuk ke bisnis.
Dengan memahami dan menyiapkan semua hal di atas, perhitungan margin bisnis akan lebih akurat dan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Catatan yang rapi, pemisahan pendapatan dan beban yang jelas, serta penggunaan data yang lengkap akan membantu kamu menilai efisiensi usaha dan menentukan strategi yang tepat. Margin bukan hanya sekadar angka di laporan, melainkan juga alat penting untuk melihat kesehatan bisnis secara nyata.
Supaya pencatatan pendapatan lebih mudah dan otomatis, kamu bisa menggunakan YUKK Payment Gateway. Dengan layanan YUKK Payment Gateway, bisnismu dapat menyediakan berbagai metode pembayaran, seperti QRIS, virtual account, payment link, dan e-wallet dalam satu platform. Selain metode pembayaran, YUKK Payment Gateway juga menyediakan dashboard dan aplikasi YUKK Merchant untuk mempermudah pelaku bisnis memantau transaksi dan laporan keuangan secara real-time.
Selain itu, dashboard dan aplikasi YUKK Merchant juga sudah dilengkapi dengan fitur analitik. Fitur ini membantu pelaku bisnis untuk lebih mudah dan detail memantau performa penjualan, mulai dari total penjualan kotor hingga rata-rata nilai transaksi. Semua data ditampilkan dalam bentuk grafis, sehingga lebih mudah dipahami.
Dengan sistem pembayaran yang praktis dan aman dan pencatatan transaksi yang otomatis, kamu bisa menghitung margin dengan lebih tepat. Gunakan layanan dari YUKK Payment Gateway sekarang dan permudah pengelolaan keuangan bisnismu!
