Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan QR Code dan Barcode!

Perbedaan QR code dan barcode

Cara pembayaran yang cepat dan praktis menjadi kebutuhan penting dalam menunjang transaksi di era digital seperti sekarang. Anda pun bakal menjumpai pemanfaatan quick respons atau QR code sebagai kode pembayaran. Namun, apakah Anda paham apa beda QR code dengan barcode

Perbedaan QR Code dengan Barcode

Perbedaan yang bisa Anda ketahui dari barcode dengan QR code sangat mencolok. Beberapa parameter pembeda di antara keduanya antara lain adalah: 

Bentuk

Perbedaan pertama yang bisa Anda ketahui dari QR code dan barcode adalah tampilan bentuknya. Barcode merupakan kode yang berupa pola garis paralel secara horizontal dengan tingkat ketebalan berbeda. Terdapat 3 komponen yang bisa Anda temukan pada sebuah barcode, yaitu: 

  • Quite zone. Komponen pertama adalah quiet zone yang merupakan area kosong pada kedua sisi barcode. Quite zone mempunyai lebar minimal 2,5 mm. Kalau kurang dari itu, maka scanner akan mengalami kesulitan dalam melakukan pemindaian. 
  • Start/stop character. Bagian ini berguna untuk penanda awal dan akhir data. 
  • Check digit. Komponen ini berupa angka yang digunakan sebagai patokan apakah data dibaca dengan benar atau tidak.

Sementara itu, QR code mempunyai bentuk berupa kombinasi antara kotak berwarna hitam dan putih. Komponen pada sebuah QR code jauh lebih banyak dibanding barcode, yaitu: 

  • Positioning detection markers. Kegunaan komponen ini adalah untuk membantu scanner dalam memastikan pembacaan kode dengan benar. 
  • Alignment marking. Komponen ini punya peran penting dalam menjaga permukaan QR code tetap bisa terbaca, meski dicetak pada permukaan yang tak rata atau melengkung. 
  • Timing pattern. Bentuk komponen ini berupa kotak-kotak kecil yang berdampingan, berguna untuk memastikan seberapa besar matriks data yang tersimpan dalam QR code.
  • Version information. Kegunaannya adalah untuk menginformasikan versi kode QR yang dipakai. 
  • Format information. Fungsinya berkaitan erat dengan toleransi error
  • Data and error correction keys. Komponen ini memiliki fungsi dalam penyimpanan data. Di waktu yang sama, area ini dilengkapi dengan error correction block untuk koreksi kesalahan saat pemindaian. 
  • Quiet zone. Fungsinya sama seperti quiet zone di barcode, yakni menjadi batas dari sebuah QR code. Keberadaannya memudahkan scanner dalam melakukan pemindaian.

Kemampuan Penyimpanan Data

Berikutnya, Anda dapat mengetahui apa beda QR code dengan barcode dari kemampuan penyimpanan data. QR code mampu menyimpan data dengan jumlah jauh lebih banyak dibandingkan barcode. Hal ini cukup lumrah, mengingat QR code menggunakan teknologi lebih canggih dibanding barcode.  

Sebuah barcode hanya mampu menyimpan data sebanyak 8-25 karakter. Namun, lain halnya ketika Anda menggunakan QR code. Kode ini memiliki kemampuan menyimpan data ratusan kali lebih banyak. Anda bisa menggunakannya untuk menyimpan sebanyak 7.069 karakter numerik dan 4.269 alfanumerik.

Cara Pemindaian

Perbedaan cara pemindaian QR code dan barcode

Pemindaian barcode biasanya berlangsung menggunakan alat pemindai atau aplikasi scanner di smartphone. Hanya saja, proses pemindaian harus berlangsung dengan menempatkan posisi barcode secara tepat. Selain itu, scan barcode juga harus dilakukan pada jarak dekat. Kalau terlalu jauh, proses pemindaian gagal. 

Sementara itu, QR code mempunyai fleksibilitas dalam proses pemindaian. Anda dapat memindai kode dengan berbagai aplikasi. Selain itu, QR code dapat dipindai secara fleksibel tanpa khawatir terbalik karena bisa di-scan 360 derajat. Sebagai tambahan, Anda dapat pula melaksanakan pemindaian dari jarak yang cukup jauh menggunakan kamera. 

Kegunaan

Pemanfaatan barcode umumnya adalah untuk mengidentifikasi produk di toko. Dari situ, Anda bisa menggunakannya untuk melayani transaksi dengan pelanggan, melacak stok barang, verifikasi keaslian produk, dan lain sebagainya. 

Berbeda dengan barcode, QR code punya kegunaan yang jauh lebih fleksibel. Inilah faktor apa beda QR code dengan barcode yang sangat berpengaruh pada tingkat popularitas penggunaannya. QR code bisa Anda manfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya adalah: 

  • Pembayaran transaksi
  • Menyimpan URL website
  • Menyimpan teks atau tulisan tertentu
  • One time password (OTP) online
  • Autentikasi akun secara online
  • ID karyawan

Format Data yang Disimpan

Apa beda QR code dengan barcode dapat pula Anda ketahui dari format data yang tersimpan di dalamnya. Barcode mempunyai kemampuan hanya menyimpan data dalam format angka. Sementara itu, QR code bisa menyimpan format data dalam jumlah lebih banyak, termasuk di antaranya adalah kode biner, simbol, angka, huruf, huruf kanji, dan banyak lagi lainnya. 

Cara Penyimpanan Data

Barcode merupakan kode yang hanya melakukan penyimpanan data secara horizontal. Anda bisa mendapati data-data tersebut tersimpan dalam bentuk garis paralel yang letaknya saling berdampingan dengan tingkat ketebalan berbeda. 

Sementara itu, data dalam QR code dapat tersimpan secara vertikal ataupun horizontal. Penyimpanan data tersebut berlangsung dengan menggunakan kombinasi antara kotak kecil dengan warna hitam dan putih. 

Itulah informasi mengenai apa beda QR code dan barcode yang penting untuk Anda pahami. Anda pun bisa memanfaatkan keduanya dalam membantu kelancaran pemrosesan transaksi. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda bisa menggunakan layanan YUKK Payment Gateway sebagai solusi pembayaran online. 

YUKK Payment Gateway membantu Anda dalam menerima pembayaran dengan berbagai metode. Konsumen pun jadi bisa bayar dengan lebih nyaman dan omzet meroket. Yuk, segera pakai YUKK Payment!

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
1
angry