McD Sarinah Didenda karena Langgar PSBB

McDonald's Sarinah didenda karena langgar PSBB
McDonald’s Sarinah (Foto: Istimewa)

McDonald Sarinah dijatuhkan sanksi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pihak manajemen dianggap telah lalai, sehingga terjadi kerumunan warga di sekitar gerai. Padahal DKI Jakarta masih berlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

“Pihak manajemen McDonald Sarinah telah bersedia membayar denda sanksi administratif sesuai yang tertulis pada Pergub No. 41 Tahun 2020 Pasal 7. Adapun denda administratif yang telah dibayarkan adalah denda maksimal, yakni sebesar Rp10.000.000,- oleh pihak manajemen McDonald Sarinah melalui Bank DKI,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, Kamis (14/5), seperti dikutip YUKK dari detikcom.

McDonald's Sarinah didenda karena langgar PSBB
(Foto: Dok. Satpol PP)

Seperti diketahui, pada Minggu (10/5) malam lalu, warga berkerumun di depan gerai McDonald di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Warga berkerumun tidak lama setelah pihak manajemen McDonald mengumumkan penutupan gerai makanan cepat saji yang telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun itu. Penutupan ini merupakan imbas dari wabah Covid-19.

Empat hari setelah peristiwa itu, Pemprov DKI Jakarta memanggil pihak manajemen. Menurut Pemprov DKI, ada kelalaian dari pihak manajemen McD Sarinah, sehingga terjadi kerumunan warga.

McDonald's Sarinah didenda karena langgar PSBB
(Foto: Twitter)

“Pemanggilan dilakukan pada hari ini, 14 Mei 2020. Pihak manajemen bersikap kooperatif serta mengakui kelalaiannya,” kata Arifin.

Peristiwa ini menjadi sebuah pelajaran berharga untuk DKI Jakarta yang sedang memberlakukan PSBB tahap kedua. Selama PSBB ini, warga dilarang berkumpul lebih dari 5 orang. Sementara yang tampak pada Minggu (10/5) malam itu adalah kerumunan warga.

“Hal ini tak lain untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di ibu kota. Sehingga dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani virus ini,” katanya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry