Ketahui Apa Itu Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Diidap Megan Fox

Ketahui Apa Itu Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Diidap Megan Fox
Megan Fox (Foto: Wallpapersden)

Pada tahun 2008 lalu, Megan Fox didapuk sebagai perempuan paling seksi di dunia. Dia, seperti dikutip YUKK dari Reuters, memuncaki daftar “100 Sexiest Women in the World” versi FHM itu setelah menggeser Jessica Alba. Menurut JR Futrell, Editor FHM, bintang Transformers itu pantas mendapatkan predikat itu karena dia memang seksi, seorang bintang yang sedang menanjak kariernya, dan punya sex appeal yang kuat.

Menurut banyak orang, Megan memang seksi. Dia punya tubuh yang indah. Belum lagi dia piawai memainkan karakter yang diperaninya. Dia seperti sosok yang lengkap: seksi dan pintar.

Ketahui Apa Itu Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Diidap Megan Fox
(Foto: Getty Images)

Lalu apa kata Megan sendiri? Ternyata dia kurang percaya diri dengan tubuhnya sendiri. Dia merasa dirinya tidak seseksi yang dilihat orang lain.

“Ketika melihat seseorang, kita mungkin berpikir, ‘Orang itu sangat cantik. Mungkin hidupnya sangat mudah.’ Kemungkinan besar orang tersebut tak merasa demikian,” ungkapnya kepada majalah GQ British seperti dikutip YUKK dari Newsweek.

 Dia diketahui mengidap body dysmorphic disorder (BDD). Gangguan mental ini sangat mempengaruhinya.

“Ya, aku mengidap body dysmorphia. Masalah rasa tidak percaya diriku cukup berat,” katanya.

Ketahui Apa Itu Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Diidap Megan Fox
Aksi Megan dalam film Transformers (Foto: Flickr)

Apa sebenarnya BDD itu? Dikutip YUKK dari Mayo Clinic, BDD adalah sebuah gangguan mental yang membuat seseorang tidak berhenti untuk berpikir atau merasa cemas tentang penampilan dirinya, khususnya tentang kekurangan atau sedikit kelemahan dari penampilannya. Kekurangan yang sangat kecil dari penampilan itu bisa sangat membuatnya malu, minder, dan khawatir, sehingga orang itu berusaha menghindari orang lain.

Orang dengan BDD ini terus-menerus fokus pada penampilan dan citra diri. Berulang-ulang kali bercermin hanya untuk memastikan bahwa penampilannya benar-benar sempurna. Tidak ada kekurangan seperti jerawat, luka, atau bahkan kesalahan struktur tubuh di situ.

Ketahui Apa Itu Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Diidap Megan Fox
Megan dalam film This is 40 (Foto: Istimewa)

Anggota atau bagian tubuh yang sering dicemaskan atau dikhawatirkan oleh pengidap BDD, seperti dikutip YUKK dari Alodokter, antara lain:

  • Wajah. Misalnya, cemas karena bentuk hidung terlalu pesek,
  • Kulit. Misalnya, ada keriput, jerawat, atau luka,
  • Rambut. Misalnya, rambut menipis, rontok, atau mengalami kebotakan,
  • Payudara atau alat kelamin. Misalnya, ukuran penis terlalu kecil atau payudara terlalu besar,
  • Tungkai. Misalnya, ukuran paha besar, dan lain-lain.
Ketahui Apa Itu Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Diidap Megan Fox
Megan dalam film Teenage Mutant Ninja Turtles (Foto: Istimewa)

Ada beberapa gejala atau perilaku yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang menderita gangguan dismorfik tubuh, antara lain:

  • Bercermin berulang-ulang dalam waktu lama,
  • Menyembunyikan anggota tubuh yang dianggap tidak sempurna,
  • Meminta orang lain meyakinkan dirinya berulang kali bahwa kekurangan bentuk tubuhnya tidak terlalu jelas terlihat,
  • Berulang kali mengukur atau menyentuh area tubuh yang dianggap tidak sempurna.
Ketahui Apa Itu Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Diidap Megan Fox
(Foto: Shutterstock)

BDD juga dapat terjadi ketika muncul kecemasan berlebihan karena menganggap tubuhnya terlalu kecil, terlalu kurus, atau kurang berotot. Gejala yang dapat muncul pada kondisi seperti ini adalah:

  • Terlalu sering berolahraga untuk waktu yang lama,
  • Mengonsumsi suplemen gizi secara berlebihan,
  • Menyalahgunakan steroid
Ketahui Apa Itu Body Dysmorphia, Gangguan Mental yang Diidap Megan Fox
(Foto: Yahoo.com)

Penyebab BDD
Penyebab utama gangguan ini tidak diketahui secara pasti. Namun, gangguan ini diduga muncul sebagai akibat kombinasi dari beberapa faktor:

  • Genetik.Menurut penelitian, BDD lebih banyak terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit serupa di dalam keluarga. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi ini diturunkan secara genetik atau akibat pola asuh dan lingkungan.
  • Kelainan struktur otak. Kelainan pada struktur otak atau senyawa-senyawa di dalamnya diduga dapat menyebabkan BDD
  • Lingkungan.Penilaian negatif dari lingkungan, pengalaman buruk pada masa lalu, atau trauma pada masa kecil dapat menyebabkan seseorang mengalami BDD.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry