Kata Dokter tentang Gadis 18 Tahun yang Sakit Telinga Ternyata Stroke  

Kata Dokter tentang Gadis 18 Tahun yang Sakit Telinga Ternyata Stroke  
Ilustrasi (Foto: Crello)

Beberapa hari lalu, sebuah video viral melalui TikTok. Dalam video itu, seorang gadis berusia 18 tahun mengaku mengalami gangguan telinga seperti penurunan kemampuan mendengar dan telinga berdenging. Hasil diagnosis menunjukkan bahwa dia stroke.

Menurut Zicky Yombana, dokter spesialis saraf di Brawijaya Hospital Saharjo, mengatakan bahwa stroke yang dialami gadis itu berbeda dengan stroke yang pada umumnya diketahui masyarakat.

“Ini sudden deafness karena kerusakan jaringan telinga, bukan pada otak,” katanya seperti dikutip YUKK dari CNN Indonesia.

Stroke merupakan gangguan aliran darah ke otak. Gangguan ini bisa terjadi, baik karena sumbatan maupun karena pendarahan. Sementara itu, yang disebut gadis 18 tahun dalam video itu sebagai stroke sebenarnya tidak berhubungan dengan aliran darah dan pembuluh darah, tetapi lebih merupakan sudden deafness atau tuli mendadak.

Kata Dokter tentang Gadis 18 Tahun yang Sakit Telinga Ternyata Stroke  
Ilustrasi (Foto: Crello)

Tuli mendadak atau sudden sensorineural hearing loss (SSHL) terjadi saat orang kehilangan kemampuan mendengar sangat cepat. Biasanya gangguan ini terjadi hanya pada salah satu telinga. Seperti dilansir dari Healthline, suara yang terdengar lebih teredam atau samar secara instan atau dalam kurun waktu beberapa hari.

Penyebab tuli mendadak, menurut Zicky, bisa dilihat dari dua sumber: gangguan pada telinga atau gangguan pada saraf pendengaran atau otak bagian pendengaran.

“Kalau kenanya di daerah pusat pendengaran di otak, biasanya keluhannya bukan hanya gangguan pendengaran, tapi juga gangguan keseimbangan. Ada vertigo. Saraf pendengaran itu namanya nervus vestibulocochlearis atau saraf pendengaran dan keseimbangan; satu paket,” jelas dia.

Kata Dokter tentang Gadis 18 Tahun yang Sakit Telinga Ternyata Stroke  
Ilustrasi (Foto: Crello)

Apa yang dialami gadis 18 tahun yang mengaku terkena ‘stroke’ itu sebenarnya lebih merupakan gangguan pada telinga akibat intervensi mekanik. Salah satunya karena paparan perangkat gawai atau earphone. Dan hal ini diakui juga oleh gadis itu.

Menurut Zicky, pada dasarnya, gangguan telinga juga berhubungan dengan strokeStroke bisa menimbulkan gangguan pendengaran apabila area yang bermasalah adalah area pusat pendengaran di otak.

“Kalau pemakaian headset, enggak (bisa menimbulkan stroke). Pemakaian headset bisa menimbulkan kerusakan pada bulu getar, gendang telinga atau bagian struktur telinga lain,” katanya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry