Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia

Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia
Kota Paris (Foto: Eurocentres)

Sudah sejak dulu, Paris, bersama dengan Milan di Italia, London di Inggris, dan New York di Amerika, disebut sebagai pusat mode dunia. Keempatnya disebut sebagai “the global big four fashion capitals of the 21th century”. Mereka disebut demikian karena banyak hal. Salah satunya adalah karena usaha yang konsisten untuk mengembangkan dunia mode: Paris punya Paris Fashion Week, Milan menggelar Milan Fashion Week, London menggoda dengan London Fashion Week, dan New York menggeliat dengan New York Fashion Week-nya.

Selain keempat kota itu, ada beberapa kota lagi di dunia yang dianggap sebagai kota mode. Kota-kota itu adalah Roma dan Turin di Italia, Berlin di Jerman, Barcelona di Spanyol, Tokyo di Jepang, Sao Paulo di Brazil, dan Los Angeles di Amerika. Bersama dengan “the big four fashion capitals” di atas, kota-kota ini mulai memberikan pengaruh besar yang dalam perkembangan dunia mode dan karenanya mendorong pertumbuhan ekonomi yang besar.

Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia
Paris Fashion Week 2018 (Foto: chinadaily.com)

Sekarang kita berbicara tentang salah satu dari “the big four fashion capitals” itu: Paris. Pada tahun 2016 lalu, ibu kota Prancis itu berada pada urutan pertama dalam “top sixty” kota mode di dunia, ranking tahunan yang dibuat oleh Global Language Monitor. Setahun kemudian, posisi Paris melorot ke urutan kedua setelah digeser oleh New York.

Bukan tanpa alasan Paris disebut sebagai salah satu pusat mode dunia. Di kota yang disebut “La Ville Lumiere” (The City of Light) itu lahir banyak brand terkenal. Sebut saja Chanel, Dior, Yves Saint Laurent, Hermes, Louis Vuitton, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sejarah mencatat bahwa Paris, seperti dilansir womens-fashion.lovetoknow.com, menjadi acuan mode dunia sejak abad ke-16. Pada waktu itu, Anne Boleyn, istri kedua dari Raja Henry VIII, mengenakan hoodie ala Prancis yang memperlihatkan rambutnya. Gayanya memang sedikit lebih provokatif. Ketika itu, Prancis terkenal dengan kecenderungannya yang bebas terhadap seksualitas.

Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia
Anne Boleyn (Foto: sinfonicadetenerife.es)

Perkembangan industri pakaian Prancis semakin meningkat seabad kemudian ketika Raja Louis XIV memerintah. Raja yang terkenal dengan julukan “The Sun King” itu memerintah Prancis sejak tahun 1643. Seleranya pada dunia seni sangat tinggi. Arsitektur Istana Versailles yang begitu spektakuler dan cara berpakaiannya adalah wujud dari seleranya yang begitu tinggi itu.

Louis XIV rupanya sudah sadar bahwa dunia seni dan mode bisa mendongkrak perekonomian nasional. Ia kemudian menentukan bahwa istana kerajaan adalah pengendali industri artistik, termasuk perdagangan tekstil. Bahkan sampai menjadi penentu gaya.

Ketika Louis XVI memerintah Prancis pada 1774—1791, industri pakaian Prancis, dengan keindahan dan teknik yang tinggi, berkembang pesat. Pada abad ini, haute couture menjadi populer. Itu adalah wujud supremasi mode. Pakaian jenis ini dirancang dengan teknik sangat tinggi. Biasanya dibuat dengan tangan dan dihiasi dengan payet, mutiara, kristal, dan lainnya.

Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia
Marie Antoinette (Foto: Wikipedia)

Dalam industri haute couture ini, nama yang tidak boleh dilupakan adalah Rose Bertin. Dia disebut-sebut sebagai orang yang membawa haute couture ke Prancis. Pada tahun 1770, ia membuka toko pakaiannya yang bernama Le Grand Mogol di Jalan Rue Saint-Honore. Pelanggannya adalah wanita-wanita bangsawan. Salah satunya adalah Marie Antoinette, istri Louis XVI.  Dia bahkan diangkat menjadi penasihat mode sang ratu. Disebut sebagai “menteri mode” (jabatan ini masih ada pada masa berkuasanya Napoleon).

Dengan berkembangnya haute couture, para penjahit mulai beralih ke Prancis. Desainer yang ingin sukses pasti pergi ke Paris. Tidak mengherankan bahwa pakaian-pakaian indah dengan sangat mudah ditemukan di Prancis. Demikian juga kain-kain berkualitas tinggi. Semuanya ada di situ.

Pada abad ke-19, ada perubahan. Charles Frederick Worth, lelaki asal Inggris yang membuka bisnisnya di Rue de la Paix di Paris pada tahun 1858, memasang nama/label pada busana yang dibuatnya. Ini jelas sebuah langkah maju dalam dunia mode. Oleh karena langkah itulah, ia disebut sebagai “Bapak Haute Couture Modern”.

Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia
Pakaian yang dibuat Charles Frederick Worth pada tahun 1923 (Foto: Getty via harpersbazaar.com)

Sejak saat itu, banyak rumah mode yang mengikuti jejaknya. Sebut saja Paul Poiret dan Madeleine Vionnet. Dalam waktu yang sangat singkat, Paris telah menjadi pusat mode. Desainnya mulai dilirik dan diikuti para perancang busana dari seluruh belahan dunia. Kehadiran Coco Chanel ikut mewarnai gerak mode Paris. Dia memperkenalkan flapper style yang terkenal pada tahun 1920-an.

Dilansir theculturetrip.com, Perang Dunia Kedua menyebabkan industri tekstil sempat tersendat. Bahan-bahan baku sangat langka. Namun, Christian Dior berhasil membangkitkan dunia mode Prancis pada masa setelah perang dengan tren baru yang disebut new look: rok potongan A-line menjadi tren. Rok dengan potongan kecil pada bagian pinggang dan melebar ke bawah itu menciptakan kesan feminin dan elegan.

Pada awalnya, mode ciptaan lelaki kelahiran 21 Januari 1905 ini dianggap kontroversial. Pasalnya, untuk membuat rok potongan A-line itu, ia membutuhkan banyak kain. Padahal, pada saat itu, Prancis dilanda kelangkaan tekstil. Namun, lelaki yang meninggal karena serangan jantung setelah bermain kartu itu menanggapi kritik itu dengan optimisme. Dan berhasil. Galerinya mendapatkan banyak pesanan. Dia berhasil mengembalikan Paris sebagai pusat referensi mode dunia.

Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia
Karya Christian Dior yang diperagakan pada tahun 1947 (Foto: Getty via harpersbazaar.com)

Banyak desainer handal muncul di berbagai belahan dunia pada awal abad ke-20. Namun, kehadiran mereka tidak serta-merta membuat predikat Paris sebagai pusat mode dunia luntur. Munculnya Hubert de Givenchy dan Pierre Balmain membuat industri mode di Prancis tetap bergeliat.

Persaingan yang ketat mulai diperlihatkan Italia pada tahun 1951. Giovanni Battista Giorgini, seorang pengusaha, mengatur sebuah pertunjukan untuk mempromosikan karya para desainer Italia. Dan ia sukses. Lalu mulailah Italia sebagai pesaing mode yang hebat bagi Prancis.

Tantangan lain bagi Prancis adalah Inggris. Pada tahun 1960-an, Mary Quant memimpin sebuah gerakan yang disebut “budaya pemuda” di London. Quant adalah seorang perancang yang turut mempopulerkan ‘rok mini’. Dan dia dipuja oleh generasi muda dan dianggap ikut berperan dalam perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak dan kebebasan.

Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia
Anak-anak muda Inggris di Jl. Carnaby, London pada tahun 1966 (Foto: Wikipedia)

Kehadiran Quant dengan gayanya yang berani dijawab dengan gaya yang berkelas oleh Yves Saint Laurent. Dia mempertahankan predikat Paris sebagai rujukan utama mode dunia sejak akhir tahun 60-an hingga memasuki dekade selanjutnya. Dia bertanggung jawab atas peralihan sejumlah desain pria ke dalam lemari pakaian wanita, terutama le smoking alias tuksedo wanita atau dinner jacket. Dia juga merupakan pencipta merek haute couture pertama yang memproduksi koleksi ready-to-wear (pakaian siap pakai) yang modis untuk kalangan kelas atas.

Dalam beberapa dekade belakangan ini, Paris mendapatkan saingan yang nyata dari berbagai belahan dunia. Pada tahun 1980-an, misalnya, Jepang muncul dengan desainer avant-garde generasi baru semacam Issey Miyake. Karyanya sangat disukai, bahkan ketika ia menggelar pertunjukan modenya di Paris.

Kamu Harus Tahu Mengapa Paris Disebut Pusat Mode Dunia
Yves Saint Laurent berdiri di depan butiknya, Rive Gauche, pada tahun 1966 (Foto: Getty via harpersbazaar.com)

Belakangan ini, Afrika, Amerika Selatan, dan Australasia ikut memperlihatkan kecanggihan karya mode mereka. Dan sejak 2007 lalu, Berlin di Jerman sana juga tampil menjadi salah satu kota mode. Karya para desainer mereka kerap menjadi tren.

Memang benar bahwa dunia mode mulai dan semakin bergeliat di berbagai belahan dunia. Global Language Monitor mencatat bahwa sudah ada lebih dari 60 kota di dunia yang mendapat predikat sebagai “fashion capitals”. Namun, Paris tetaplah Paris. Mode tidak pernah mati. Bahkan terus berkembang. Karena mode sudah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Prancis.

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry