Ini Bahaya Paparan Banjir pada Kulit

Bahaya paparan banjir pada kulit
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Sebuah kado pahit untuk Jakarta pada awal tahun 2020 ini. Hujan deras pada malam pergantian tahun menyebabkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir. Demikian juga beberapa ruas jalan dan fasilitas publik.

Untuk menyelamatkan diri, banyak warga yang berusaha menerjang banjir. Mereka mengungsi ke tempat-tempat yang tidak terendam banjir. Namun, ada juga yang memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing.

Menerjang banjir atau genangan air memang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri. Namun, cara ini sebenarnya membawa risiko tersendiri. Risiko itu adalah terpaparnya secara langsung permukaan kulit dengan air kotor dan telah terkontaminasi bakteri.

Bahaya paparan banjir pada kulit
(Foto: Tempo)

Terpaparnya permukaan kulit dengan air yang telah terkontaminasi bakteri ini bisa menyebabkan munculnya banyak gangguan pada kulit. Mulai dari infeksi kulit hingga penyakit lain yang bahkan bisa berujung kematian. Sudah banyak orang yang menjadi korban.

Menurut Justin P. Bandino, dermatolog, selulitis atau infeksi pada kulit dan jaringan lunak di bawahnya sering terjadi saat banjir. Infeksi ini bisa terjadi ketika kulit yang terluka terpapar secara langsung dengan air banjir yang terkontaminasi bakteri.

“Luka kecil sekali pun, jika terpapar oleh bakteri yang ada dalam air banjir, dapat mengakibatkan infeksi yang berbahaya,” katanya seperti dilansir situs American Academy of Dermatology.

Bahaya paparan banjir pada kulit
(Foto: Men’s Nation)

Sudah banyak orang yang menjadi korban dari infeksi seperti ini. Pada 2017 lalu, misalnya, seorang perempuan asal Texas, Amerika Serikat, meninggal dunia setelah tertular necrotizing fasciitis. Itu adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pemakan daging yang muncul dalam genangan air akibat Badai Harvey. Bakteri ini, pada umumnya, menyerang tubuh melalui luka dan lecet pada kulit. Infeksi dapat menyebar dengan cepat dan menghancurkan otot, kulit, serta jaringan di bawahnya dan menyebabkan matinya jaringan tubuh.

Health melansir bahwa sebagian dari kematian akibat Badai Florence yang menghantam Amerika Serikat pada 2018 lalu juga dikaitkan dengan infeksi kulit. Gejala infeksi itu, antara lain, adalah kemerahan yang terus membesar, rasa sensasi hangat atau terbakar, dan kulit di area sekitar luka yang melepuh.

“Sangat penting untuk memerhatikan semua luka yang ada pada permukaan kulit dan mencari perawatan segera. Infeksi ini bisa berujung fatal,” jelas Bandino.

Bahaya paparan banjir pada kulit
Ilustrasi (Foto: shape.com)

Lalu apa yang harus dilakukan? Cuci dan tutup luka agar tidak terjadi infeksi. Jika kemudian Anda demam, muntah, dan pusing, segeralah periksakan diri kepada dokter.

Tidak hanya infeksi pada kulit, banjir juga dapat memperburuk penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis. Air yang kotor juga menimbulkan infeksi jamur pada lipatan paha dan jari kaki. Biasanya timbul rasa gatal ketika tubuh berkeringat.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry