Indonesia Diprediksi Diamuk Omicron Hingga April

Indonesia Diprediksi Diamuk Omicron Hingga April
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Indonesia mencatat penambahan jumlah kasus Covid-19 karena infeksi varian Omicron. Selasa (4/1) lalu, kementerian kesehatan mencatat tambahan 92 kasus baru. Dengan demikian, total kasus menjadi 254 kasus.

Dari jumlah itu, 239 kasus di antaranya merupakan imported case. Sementara itu, 15 kasus merupakan transmisi lokal.

“Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk (49%) dan pilek (27%),” kata dr. Siti Nadia Tarmizi, juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dalam siaran persnya.

Indonesia Diprediksi Diamuk Omicron Hingga April
Ilustrasi (Foto: Kompas.com)

Penambahan jumlah kasus ini membuat Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), lembaga penelitian kesehatan global independen asal Washington University, Amerika Serikat, memprediksi terjadinya ledakan kasus Omicron di Indonesia. Pada akhir Januari, Indonesia bisa mencatat lebih dari 20.000 kasus per hari. Dan mulai awal Februari, angka bertambah menjadi 59.000 kasus per hari.

IHME memperkirakan peningkatan kasus ini terjadi hingga April mendatang. Pada April nanti, angka kasus bisa mencapai 387 ribu kasus. Kalaupun vaksinasi booster berjalan, angka kasusnya masih cukup tinggi, yaitu 289.000 kasus. Jika masyarakat disiplin memakai masker, angka kasus bisa menurun, yaitu 266.000 kasus per hari.

Indonesia Diprediksi Diamuk Omicron Hingga April
Ilustrasi (Foto: AP Photo)

Lalu bagaimana dengan kasus kematian? Pada akhir Januari hingga Februari, IHME memprediksi kurang dari 10 orang yang meninggal dunia karena Covid-19.  Angka kematian paling tinggi tercatat pada April dengan kemungkinan 21 orang meninggal dunia. Jika vaksinasi booster berjalan baik dan 80% masyarakat disiplin memakai masker, angka kematian diprediksi rendah, yaitu sekitar 4 orang.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry