Fakta Penting tentang Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Pertama di Dunia

Fakta Penting tentang Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Pertama di Dunia
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Molnupiravir tengah ramai dibicarakan di dunia. Obat Covid-19 eksperimental dari Merck and Co, perusahaan dari Amerika Serikat, itu dianggap mampu mencegah risiko pasien dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia hingga 50%. Saat ini, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, dan Thailand tengah menjalin kesepakatan dengan Merck and Co, produsen dari Amerika Serikat, untuk pembelian sekian ribu dosis.

Indonesia juga tertarik pada obat ini. Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, mengatakan bahwa, saat ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tengah bekerja sama dengan Badan Pengawa Obat dan Makanan (BPOM) dan sejumlah rumah sakit vertikal untuk me-review dan melakukan uji klinis obat-obatan baru, termasuk molnupiravir ini.

“Jadi, obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan kita juga sudah merencanakan untuk beberapa sudah mulai uji klinis. Dan diharapkan di akhir tahun ini, kita sudah bisa menngetahui obat-obat mana yang kira-kira cocok untuk kondisi masyarakat kita,” katanya dalam siaran pers PPKM, Senin (4/10) lalu.

Fakta Penting tentang Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Pertama di Dunia
Merck and Co (Foto: Reuters)

Menurut Dicky Budiman, ahli epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, molnupiravir adalah obat yang menjanjikan. Selain dapat mencegah rawat inap dan kematian, obat yang dikemas dalam bentuk tablet ini akan mudah untuk didistribusi ke seluruh wilayah.

“Nah, ini ‘kan, kalau bicara kapsul, lebih banyak yang bisa dijangkau. Hanya, sayangnya, ini mahal, ya. Jutaan (rupiah), kurang lebih. Namun, ini data awalnya sudah menjanjikan. Bahkan lebih baik dari monoklonal antibodi yang selama ini banyak dipakai orang,” katanya seperti dikutip YUKK dari detikHealth.

Perlu diketahui, harga molnupiravir ini memang cukup mahal. Korea Selatan diketahui sudah mengamankan molnupiravir untuk 18 ribu orang. Harga perawatannya diperkirakan mencapai 900.000 won per orang atau sekitar 10 juta rupiah.

“(Obat) ini akan menjadi memperkuat lini hilir di terapi. Sehingga vaksin sudah ada, obat antiviral sudah ada. Nah, ini artinya akan menjadi masa transisi ke endemi. Akan sedikit orang yang menjalani ICU. Apalagi harus (pakai) ventilator. Dan kematian tentu berkurang,” lanjut Dicky.

Berikut ini ada beberapa fakta tentang molnupiravir:

Obat oral pertama

Fakta Penting tentang Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Pertama di Dunia
(Foto: Merck)

Selama ini, dalam perawatan dan pengobatan pasien Covid-19, obat-obat diberikan dengan cara injeksi. Molnupiravir dari Merck and Co menjadi obat oral pertama untuk pengobatan pasien Covid-19. Sebenarnya beberapa perusahaan lain juga mengembangkan obat serupa seperti Pfizer, Atea Pharmaceutical, dan Roche. Namun, uji klinisnya baru akan dilakukan bulan depan.

Hasil uji klinis

Fakta Penting tentang Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Pertama di Dunia
Ilustrasi (Foto: Reuters)

Ada 77 orang pasien Covid-19 dengan kategori ringan—sedang, yang memiliki sedikitnya satu faktor risiko perburukan seperti diabetes dan penyakit jantung—terlibat dalam uji klinis obat molnupiravir. Dalam uji klinis itu, 5 hari setelah gejala muncul, sebagian relawan secara acak mendapat molnupiravir selama 5 hari. Sementara sisanya mendapat plasebo.

Hasilnya, sebanyak 14,1% pasien yang diberikan plasebo dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia. Sementara pada pasien yang mendapat molnupiravir, hanya 7,3% yang masuk rumah sakit dan tidak ada satu pun yang meninggal dunia.

Efek samping

Fakta Penting tentang Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Pertama di Dunia
Ilustrasi (Foto: Pexels)

Menurut laporan Merck, molnupiravir tidak menyebabkan efek samping yang serius pada relawan dalam uji klinis itu. Mayoritas efek samping yang muncul adalah ringan seperti sakit kepala. Namun, sulit membedakan apakah efek samping itu muncul karena molnupiravir atau termasuk gejala Covid-19.

Cara kerja molnupiravir

Fakta Penting tentang Molnupiravir, Obat Covid-19 Oral Pertama di Dunia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Molnupiravir bekerja dengan cara memodifikasi material genetik atau RNA virus Corona. Modifikasi ini menciptakan error, sehingga mampu memblok virus untuk menggandakan diri.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry