Dehidrasi Selama Berpuasa? Begini Cara Tepat untuk Mencegahnya

Cara mengatasi dehidrasi selama Ramadan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Selama Ramadan ini, tubuh menahan haus dan lapar selama lebih dari 12 jam. Itu berarti bahwa tubuh tidak menerima asupan cairan apa pun selama aktivitas berlangsung. Hal ini membuat tubuh bisa mengalami dehidrasi.

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan cairan. Gejala-gejala yang muncul adalah rasa haus, warna urine lebih pekat, mulut kering, dan kelelahan. Kondisi ini memicu detak jantung yang tidak teratur, pusing, dan infeksi kandung kemih. Bahkan bisa merusak ginjal.

Lalu bagaimana mengatasi dan mencegah masalah ini? Menurut Hardinsyah, ahli gizi dari IPB, cara untuk mencegah dan mengatasi masalah dehidrasi ini adalah minum air putih dalam jumlah yang cukup ketika berbuka puasa dan sahur.

Cara mengatasi dehidrasi selama Ramadan
(Foto: Freepik)

“Jadi, total 8 gelas air putih satu hari di luar cairan lain (cairan dari makanan atau minuman berwarna) agar tubuh tidak kekurangan cairan,” katanya seperti dilansir cnnindonesia.com.

Setelah bangun tidur, sebelum sahur, minumlah segelas air putih. Setelah sahur, minumlah 2—3 gelas air putih. Ketika berbuka puasa,
minumlah segelas air putih. Setelah makan malam, minumlah 2—3 gelas air putih. Dan minum lagi segelas air putih sebelum tidur. Lakukan hal ini selama Ramadan, sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Cara mengatasi dehidrasi selama Ramadan
(Foto: Freepik)

Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah konsumsi air putih cukup atau tidak adalah dengan memeriksa kondisi warna urine ketika berpuasa. Jika urine berwarna keruh atau kekuningan, itu berarti bahwa tubuh mulai mengalami dehidrasi.

“Lihat air urine pada sore hari. Kalau kuning kecokelatan, artinya masih kurang cairan dan pola konsumsi air harus diperbaiki,” katanya.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry