Corona Belum Selesai, Asia Sudah Dihantui Pandemi Baru

News | 27 January 2021
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Dunia masih berjibaku menghadapi Covid-19. Sudah lebih dari 100 juta penduduk dunia yang terinfeksi virus Corona. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah karena, saat ini, sejumlah negara sedang menghadapi gelombang kedua serangan virus Corona dan negara yang lain masih berjuang menghadapi gelombang pertama.

Belum juga selesai pandemi Covid-19, para ilmuwan sudah mewanti-wanti bahwa virus Nipah sangat mungkin menjadi pandemi berikutnya. Virus ini memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, yaitu 75%. Belum ada vaksin yang ditemukan untuk mengatasi virus ini.

Corona Belum Selesai, Asia Sudah Dihantui Pandemi Baru
Kelelawar (Foto: Freepik)

Ancamana pandemi berikutnya ini sudah dipantau Supaporn Wacharapluesadee, seorang ahli virus asal Thailand. Dia bekerja sebagai peneliti di Red Cross Emerging Infectious Disease-Health Science Centrer, lembaga yang meneliti penyakit infeksi baru di Bangkok. Dia telah menganalisa banyak sampel spesies, termasuk kelelawar dan menemukan bahwa hewan ini bisa menimbulkan ancaman baru seperti Covid-19.

“Ini sangat mengkhawatirkan karena belum ada obatnya dan tingkat kematian yang tinggi akibat virus ini,” katanya seperti dikutip dari BBC.

Corona Belum Selesai, Asia Sudah Dihantui Pandemi Baru
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya juga khawatir. Setiap tahun, mereka meninjau daftar patogen yang bisa menyebabkan kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat. Mereka fokus pada patogen yang paling mengancam kesehatan manusia, yang berpotensi menjadi pandemi, dan yang belum ada vaksinnya. Dan virus Nipah masuk ke dalam 10 besar daftar tersebut. Wabah ini pernah terjadi di Asia.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry