Benarkah Virus Corona Mewabah Pertama Kali di Amerika Serikat?

News | 28 May 2020
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Hingga hari ini, dunia percaya bahwa virus Corona yang menyebabkan Covid-19 ini muncul pertama kali di China pada Desember 2019 lalu. Tepatnya di sebuah pasar makanan di Wuhan. Dan kelelawar dicurigai menjadi inang asli virus ini.

Sejak virus ini mewabah dan merenggut nyawa lebih dari 350 ribu orang di seluruh dunia, China menjadi sasaran kritik sejumlah negara. Amerika Serikat adalah salah satunya. Negeri Paman Sam itu menuding China menciptakan virus Corona dan sengaja menutupi tingkat keparahan infeksi virus itu.

Benarkah virus Corona tidak munch di Wuhan?
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Zhong Nanshan membuka suara menghadapi berbagai tudingan ini. Ilmuwan yang pernah berhasil menangani epidemi SARS itu, kepada South China Morning Post, mengatakan bahwa virus Corona sebenarnya sudah muncul sejak November 2019 lalu. Dan wabah itu dimulai di Amerika Serikat, Prancis, dan Italia. Bukan di Wuhan.

“Itu terjadi pada bulan November di Amerika Serikat (AS) dan juga di Perancis dan Italia. Jadi, itu adalah masalah dunia bahwa virus itu mungkin sudah ada jauh sebelum dilaporkan di China,” katanya.

Korban Covid-19 (Foto: ANTARA FOTO)

Ia juga mengecam tuduhan Amerika bahwa virus itu berasal dari Institut Virologi Wuhan.

“Setelah AS membuat tuduhan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok dan Komisi Kesehatan Nasional mengirim tim khusus untuk menyelidiki Institut Virologi Wuhan selama dua minggu. Para penyelidik menemukan tidak ada yang dapat menunjukkan (virus Corona) diproduksi di laboratorium,” jelasnya.

Benarkah virus Corona tidak munch di Wuhan?
Penanganan pasien Covid-19 di China (Foto: Chinatopix via AP)

Klaim Nanshan bahwa virus mewabah pertama kali di Amerika Serikat ini belum terbukti. Pasalnya, kasus Covid-19 pertama kali muncul di Amerika Serikat pada 21 Januari. Pasien Covid-19 pertama di Amerika Serikat berasal dari wilayah Washington.

Di Perancis, para peneliti sebelumnya menemukan kasus Covid-19 ini pada 16 November dan 18 November tahun lalu. Gejala yang muncul pada pasien mengarah pada gejala yang muncul karena infeksi virus Corona. Namun, Michel Schmitt dari Rumah Sakit Albert Schweitzer di Colmar, Perancis, memperingatkan orang untuk tidak mengambil kesimpulan terburu-buru.

Ilustrasi (Foto: AP)

“Ini cocok dengan pola yang kita lihat dengan virus Corona, terutama infeksi virus Corona awal dimana Anda melihat beberapa kelainan di beberapa bagian paru-paru, tetapi tidak kelainan di mana-mana,” jelasnya seperti dilansir NBC News.

Pada Maret lalu, seperti dilaporkan Reuters, para ilmuwan Italia sedng memeriksa apakah jumlah kasus pneumonia dan flu lebih tinggi daripada biasanya pada tahun 2019. Adriano Decarli, seorang ahli epidemiologi dan profesor statistik medis di Universitas Milan, mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena pneumonia dan flu di wilayah Milan dan Lodi antara Oktober dan Desember tahun lalu.

 

 

#YUKKpakeYUKK#BelanjaOnlinePakeYUKKSaja

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry