Benarkah Golongan Darah O Lebih Kebal Terhadap Virus Corona?

Benarkah Golongan Darah O Lebih Kebal Terhadap Virus Corona?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ketika Covid-19 mulai mewabah, beberapa ilmuwan melakukan penelitian untuk mencari tahu apakah ada hubungan antara golongan darah dengan risiko infeksi virus Corona. Dari penelitian itu diketahui bahwa orang dengan golongan darah O lebih kebal. Hasil penelitian ini dikuatkan lagi oleh hasil 2 penelitian terbaru.

Pekan lalu, American Society of Hematology menerbitkan hasil 2 penelitian itu melalui jurnal Blood Advances. Penelitian pertama dilakukan di Denmark. Dalam penelitian itu, para ilmuwan memeriksa kembali data 473.654 orang yang divonis positif Covid-19 sepanjang Februari—Juli. Sebagian besar hasilnya negatif.

Para peneliti justru menemukan fakta menarik: golongan darah menjadi pembeda. Pemilik golongan darah O mempunyai kemungkinan lebih kecil untuk terinfeksi virus Corona.

Benarkah Golongan Darah O Lebih Kebal Terhadap Virus Corona?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

“Golongan darah O secara signifikan dikaitkan dengan penurunan kerentanan terhadap infeksi SARS-CoV-2,” tulis peneliti.

Apakah ini berarti bahwa orang dengan golongan darah O tidak akan terinfeksi virus Corona? Belum tentu. Penelitian masih harus dilakukan lagi dengan jumlah spesimen yang lebih banyak.

“Studi ini mengatakan bahwa jika Anda memiliki tipe O, Anda memiliki risiko yang sedikit lebih rendah. Namun, penurunan ini kecil,” kata dokter Roy Silverstein, Ketua Kedokteran di Medical College of Wisconsin.

Penelitian kedua dilakukan di Kanada. Dalam penelitian itu, para ilmuwan menemukan fakta ini: dari antara 95 orang pasien Covid-19 yang sakit parah sampai kritis, sebanyak 84% pasien dengan golongan darah A atau AB membutuhkan ventilasi mekanis. Lebih banyak daripada yang bergolongan darah O atau B.

Benarkah Golongan Darah O Lebih Kebal Terhadap Virus Corona?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Selain itu, pasien bergolongan darah A atau AB membutuhkan waktu lebih lama di unit perawatan intensif daripada yang bergolongan darah O atau B. Mereka membutuhkan waktu rata-rata 13,5 hari. Sementara itu, yang bergolongan darah O atau B membutuhkan waktu hanya 9 hari.

“Saya tidak berpikir ini menggantikan faktor risiko keparahan lain seperti usia dan penyakit penyerta (komorbid) dan sebagainya,” kata Mypinder Sekhon, doker di Rumah Sakit Umum Vancouver dan penulis studi ini seperti dikutip adari CNN.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry