Kenalan dengan UMKM dan Manfaatnya buat Ekonomi Indonesia

Apa itu umkm

UMKM di Indonesia lebih dari sekadar “bisnis kecil”, tetapi sudah menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar. Sayangnya, masih banyak yang belum begitu mengenal apa itu UMKM serta pembagian kategorinya. Padahal, hal ini penting diketahui jika kamu berencana membuka bisnis sendiri.

Menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, jumlah UMKM yang tercatat secara resmi di Indonesia mencapai angka 8,71 juta pada tahun 2022. Angka ini kemungkinan besar akan terus bertambah, terutama dengan semakin mudahnya membuka usaha dan mendaftarkannya menggunakan teknologi.

Sebelum kamu memulai usaha sendiri, ketahui dulu apa itu UMKM dan bagaimana perannya dalam perekonomian Indonesia.

Perkembangan UMKM di Indonesia

Memahami apa itu UMKM bisa dilihat dari perkembangannya sejak dulu. Usaha mikro atau informal sebenarnya bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia. Fasilitas pendukung pembiayaan usaha kecil pun juga sudah ada sejak tahun 1927 (Serikat Islam) dan 1947 (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia). Akan tetapi, manfaat sesungguhnya dari UMKM baru terbukti pada tahun 1997 hingga 1998.

Ketika krisis ekonomi menyergap, UMKM menjadi pilar pendukung perekonomian, terutama jenis usaha yang tidak bergantung pada impor dan banyak menggunakan bahan baku lokal. Pemerintah dan masyarakat pun menghargai keberadaan UMKM sebagai salah satu pendukung ekonomi Indonesia. Jumlahnya juga terus meningkat seiring perkembangan teknologi yang memudahkan proses penjualan dan promosi.

Kini, pemerintah semakin gencar mendukung UMKM dengan memberikan fasilitas seperti formulir online untuk pendaftaran usaha, dompet digital, hingga program keuangan seperti bantuan tunai untuk pelaku UMKM selama pandemi. Walau sempat terhantam dampak pandemi, jumlah UMKM di Indonesia kembali menanjak hingga hampir 9 juta.

Klasifikasi Jenis-Jenis Bisnis dalam Kategori UMKM

Klasifikasi jenis-jenis bisnis dalam kategori UMKM

Bagaimana cara mengetahui perbedaan antara bisnis mikro, kecil, dan menengah dalam kategori UMKM? Ada beberapa kategori yang bisa digunakan untuk mengelompokkan UMKM, yaitu modal dan keuntungan, jumlah karyawan, serta perkembangan usaha. 

1. Menurut Modal dan Keuntungan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 mengelompokkan UMKM berdasarkan modal (di luar tanah dan bangunan usaha) serta keuntungan dalam satu tahun, yaitu:

  • Usaha Mikro

Usaha mikro memiliki modal atau kekayaan bersih maksimal 50 juta Rupiah, dan keuntungan setahun maksimal 300 juta.

  • Usaha Kecil

Usaha kecil memiliki modal antara lebih dari 50 juta Rupiah hingga 500 juta. Keuntungan setahunnya adalah sedikit lebih dari 300 juta hingga 2,5 miliar.

  • Usaha Menengah

Usaha menengah memiliki modal besar, lebih dari 500 juta hingga 10 miliar.r Keuntungannya dalam setahun harus lebih dari 2,5 miliar tetapi pas atau di bawah 50 miliar.

2. Menurut Jumlah Karyawan

Menggambarkan apa itu UMKM bisa dilakukan lewat jumlah karyawannya. Bank Dunia mengelompokkan usaha mikro sebagai bisnis yang karyawannya kurang dari 10 orang. Usaha kecil memiliki karyawan kurang dari 30 orang, sedangkan usaha menengah jumlah karyawannya maksimal 300 orang.

3. Menurut Perkembangan Usaha

UMKM tidak bersifat statis dalam perekonomian, lho! Kamu bisa mengelompokkan jenis-jenis UMKM berdasarkan cara penjualnya dalam mengembangkan usaha. Contohnya sebagai berikut:

  1. UMKM Informal: UMKM yang sifatnya kecil, cenderung berpindah-pindah atau sering tidak punya tempat perrmanen untuk berdagang.
  2. UMKM Mikro: UMKM yang pendirinya cenderung cukup visioner dan memiliki ide bagus, tetapi kurang menerapkan semangat wirausaha.
  3. UMKM Kecil Dinamis: UMKM ini sudah memasuki tahap di mana pemiliknya bisa menjalin kerja sama kerja dengan pihak lain.
  4. Fast Moving Enterprise: UMKM yang telah menyiapkan strategi lengkap untuk mengembangkan bisnisnya menjadi bisnis besar.

Keempat kategori di atas biasanya juga melibatkan izin usaha. UMKM versi informal merupakan jenis yang tidak menuntut izin usaha, misalnya pedagang kopi keliling yang naik sepeda atau penjual rokok di warung semi-permanen.

Peran UMKM dalam Perekonomian Indonesia

Peran UMKM dalam perekonomian indonesia

UMKM mendatangkan banyak hal positif bagi perekonomian Indonesia. Inilah beberapa peran UMKM yang tidak bisa diremehkan:

1. Mengurangi Pengangguran

UMKM membantu mengurangi tingkat pengangguran dengan menyerap tenaga kerja. Banyak jenis usaha tertentu yang memulainya dengan modal relatif kecil. Tenaga kerja ini juga bisa berasal dari berbagai kalangan dan bahkan tidak memerlukan ijazah universitas.

2. Memperkuat Ekonomi

UMKM berkontribusi terhadap pemasukan nilai Produk Domestik Bruto. Hal ini dipermudah dengan semakin banyaknya fasilitas untuk mendukung masyarakat agar mau mendaftarkan bisnis mereka.

3. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat secara Merata

UMKM adalah solusi bagi masyarakat yang tinggal di tempat yang kurang terjangkau swalayan, pasar besar, dan tempat belanja lain. UMKM membantu masyarakat dengan menyediakan beragam pasokan, dan mereka sedikit menaikkan harganya agar bisa balik modal.

Kebijakan Pemerintah untuk Mendukung UMKM

Pandemi yang merebak semakin menyulitkan para pelaku UMKM. Berdasarkan fakta tersebut, pemerintah menyediakan dua jenis program pendanaan, yaitu Kredit Usaha Rakyat dan pembiayaan Ultra Mikro. Yang terakhir ini merupakan upaya pemerintah untuk menjangkau rakyat yang bisa bekerja, tetapi jenis usahanya tergolong sangat kecil atau serabutan.

Fasilitas lainnya adalah adanya dukungan digital untuk berbagai proses. Misalnya, pelaku UMKM kini tidak perlu lagi mendaftar untuk mendapat izin secara manual. Mereka bisa memanfaatkan formulir elektronik terintegrasi yang bernama OSS. Dengan formulir ini, kamu bisa membuat nama dan kata kunci untuk mengurus beberapa sertifikat sekaligus.

Dukungan digital juga datang dari entitas di luar pemerintah. Misalnya, YUKK Payment Gateway adalah platform pembayaran digital yang memang dikhususkan untuk memudahkan pengelolaan finansial UMKM. Kamu bisa menyediakan proses pembayaran yang beragam, mulai dari transfer bank, kartu kredit dan debit, dompet digital, hingga QRIS. Cocok untuk memudahkan pengelolaan UMKM!

Mengetahui apa itu UMKM sesuai definisinya penting untuk membantumu mengelola usahamu sendiri sesuai kemampuan. Dengan kategorisasi seperti di atas, mengelompokkan UMKM agar lebih mudah mengelolanya pun tidak lagi merupakan hal menantang.

0
like
1
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry