Waspada! Virus Corona Bikin Orang Alami Lethologica

Waspada! Virus Corona Bikin Orang Alami Lethologica
Ilustrasi (Foto: Crello)

Infeksi virus SARS-CoV-2 tidak hanya menimbulkan masalah gangguan pernapasan, tetapi juga banyak masalah lainnya. Hasil studi terbaru menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 dapat memicu komplikasi neurologis yang parah, termasuk peradangan otak, psikosis, dan delirium. Bahkan virus ini dapat langsung masuk dan menginfeksi jaringan otak.

Efek samping yang nyata dari komplikasi neurologis ini adalah para pasien Covid-19 mudah lupa kata-kata. Fenomena ini disebut lethologica. Fenomena ini, seperti dikutip YUKK dari psychology.fandom.com, pertama kali dilihat sebagai gangguan yang serius oleh Carl Jung dalam karyanya yang berjudul The Psychology of the Unconscious.

Waspada! Virus Corona Bikin Orang Alami Lethologica
Ilustrasi (Foto: Crello)

Lethologica diartikan sebagai ketidakmampuan otak untuk mengambil informasi dari ingatan yang tersimpan. Nama lain untuk masalah ini adalah “fenomena di ujung lidah”. Disebut demikian karena kata-kata yang dilupakan itu sebetulnya sempat terbersit di otak, tapi tidak kunjung diucapkan.

Belum lama ini, para ilmuwan melakukan sebuah survei terhadap 153 orang pasien Covid-19 di Inggris. Hasil survei itu dan studi pracetak yang lebih baru tentang orang-orang yang dirawat di rumah sakit dengan masalah yang sama di Italia, seperti dikutip dari Scientific America, menunjukkan bahwa sekitar 1/3 pasien memiliki gejala neurologis.

Waspada! Virus Corona Bikin Orang Alami Lethologica
Ilustrasi (Foto: Crello)

Menurut neuropsikiatri di King’s College London dan rekan penulis studi di Inggris, Thomas Pollak, orang yang mengalami fenomena lethologica itu diperkirakan jauh lebih tinggi jumlahnya.

“Ada spektrum manifestasi [neurologis] Covid-19 yang sangat luas,” kata Pollak.

Lupa kata-kata ini bisa terjadi karena tingkat stres yang meningkat selama pandemi. Menurut Sanam Hafeez, seorang neuropsikolog, sebelum pandemi, orang memang mengalami stress. Dan stress ini meningkat menjadi kronis pada saat pandemi.

Rutin Makan Ikan Jaga Kesehatan Otak dan Cegah Stroke
Ilustrasi (Foto: Crello)

Peningkatan stres ini menyebabkan hormon stres yang dilepaskan ke dalam tubuh jauh lebih tinggi daripada biasanya. Orang yang pernah terpapar Covid-19 bisa mengalami hal yang lebih parah. Hal ini bisa dilihat dari hasil sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari lalu yang menunjukkan peningkatan kadar sitokin, molekul yang menyebabkan peradangan dalam cairan yang mengelilingi otak pada orang dengan kanker, bahkan beberapa minggu setelah infeksi Covid-19 sembuh.

“Ketika otak seseorang meradang, fungsi otak tertentu terpengaruh, kemungkinan berkontribusi pada kabut otak. Komponen lain seperti kurang tidur, stres, kecemasan, atau perubahan pola makan juga dapat menyebabkan lethologica,” jelas Hafeez seperti dikutip dari Bustle.

Waspada! Virus Corona Bikin Orang Alami Lethologica
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Lalu bagaimana mengatasi masalah lupa kata-kata ini? Hafeez mengatakan bahwa ada permainan yang bisa membantu menajamkan kembali ingatan. Permainan itu seperti Sudoku, teka-teki silang, dan lainnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry