Selama Ramadan, pola belanja masyarakat berubah cukup signifikan. Orang lebih sering membeli makanan siap saji; lebih suka yang gampang dan cepat. Mereka juga biasanya tak ragu mengeluarkan sedikit lebih banyak uang demi kenyamanan keluarga.
Perubahan kebiasaan belanja ini membuat perputaran uang selama Ramadan meningkat pesat. Mulai dari belanja takjil harian, persiapan kue lebaran, hampers, hingga baju lebaran. Ini berarti bahwa peluang usaha cukup besar terbuka, bahkan untuk usaha rumahan sekalipun.
Usaha sampingan saat Ramadan bisa menjadi tambahan penghasilan bagi banyak orang. Dengan ide yang tepat, usaha sampingan bisa berjalan lancar meski hanya dijalankan pada waktu senggang. Kamu tidak membutuhkan modal besar. Yang penting kreatif dalam memilih produk dan pintar mempromosikannya, misalnya, lewat media sosial atau grup WhatsApp.
Ide Usaha Sampingan yang Bisa Dicoba

Ramadan selalu membawa peluang usaha karena kebutuhan masyarakat meningkat. Kondisi ini membuat beberapa jenis usaha menjadi lebih ramai dibandingkan bulan biasa. Jika kamu ingin mencoba usaha sampingan selama Ramadan, berikut beberapa ide usaha sampingan saat Ramadan yang bisa dipertimbangkan dikutip dari CIMB Niaga dan beberapa sumber lainnya:
1. Jualan takjil dan makanan berbuka
Ini adalah ide paling klasik sekaligus paling aman. Takjil seperti gorengan, risoles, kolak, es buah hingga aneka kue basah selalu diburu orang menjelang waktu berbuka puasa. Kamu bisa mulai dari berjualan di depan rumah, menitipkan produk di warung, atau menerima pre-order. Dengan harga yang terjangkau dan pilihan menu yang beragam, takjil biasanya cepat habis karena banyak orang mencarinya menjelang magrib. Jika rasanya enak dan harganya pas, bukan tidak mungkin pelanggan akan kembali membeli setiap hari selama Ramadan.
2. Catering Sahur dan Berbuka
Banyak karyawan, anak kos, dan keluarga sibuk, sehingga mereka tidak sempat memasak setiap hari selama Ramadan. Karena itu, catering harian untuk sahur atau berbuka sering menjadi solusi yang praktis. Kamu bisa memulai dari 5–10 porsi terlebih dahulu dengan menu sederhana, tapi tetap bergizi. Jika pelanggan sudah mulai bertambah, kamu bisa menawarkan sistem langganan mingguan agar pesanan lebih stabil.
3. Minuman segar dan es kekinian
Minuman dingin hampir selalu dicari saat berbuka puasa tiba. Es teh jumbo, es kopi susu, es jeruk peras, jus buah, hingga berbagai minuman segar lainnya biasanya laris karena terasa menyegarkan setelah seharian berpuasa. Modal untuk memulai usaha ini juga relatif kecil dan bahan-bahannya mudah didapat. Jika dijual di lokasi yang ramai atau dekat area penjual takjil, minuman seperti ini sering cepat habis menjelang waktu berbuka.
4. Hampers dan Parsel Ramadan
Permintaan hampers biasanya meningkat menjelang Lebaran. Isi hampers bisa beragam, seperti kue kering, snack, kurma, minuman, dan berbagai produk lainnya. Daya tarik utama hampers biasanya terletak pada kemasan yang menarik dan tampilan yang rapi. Dengan kombinasi isi yang tepat dan kemasan yang menarik, hampers bisa menjadi pilihan usaha yang cukup menjanjikan selama Ramadan.
5. Kue kering Lebaran
Kamu bisa mencoba ide ini: menjual kue kering. Kue kering hampir selalu menjadi bagian dari tradisi saat Lebaran. Kue seperti nastar, kastengel, putri salju, dan berbagai kue Lebaran lainnya biasanya mulai dicari sejak pertengahan Ramadan. Usaha ini cocok dijalankan dari rumah, bahkan bisa dengan sistem pre-order agar produksi bisa disesuaikan dengan jumlah pesanan. Dengan strategi promosi yang tepat, penjualan kue kering selama Ramadan bisa memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan.
Siapkan Pembayaran Digital
Selain memilih ide jualan yang tepat, kamu juga perlu memikirkan kenyamanan pelanggan saat bertransaksi. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan metode pembayaran digital seperti QRIS. Jika kamu hanya menerima pembayaran tunai, jumlah pembeli bisa saja berkurang karena tidak semua orang membawa uang cash saat keluar rumah.
Bayangkan jika ada beberapa orang yang datang membeli takjil di lapakmu, tetapi sebagian dari mereka tidak membawa uang tunai. Ketika kamu mengatakan bahwa pembayaran hanya bisa dilakukan secara cash, ada kemungkinan mereka membatalkan pembelian. Misalnya dari lima calon pembeli yang datang, tiga di antaranya tidak membawa uang tunai. Tanpa opsi pembayaran digital seperti QRIS, kamu bisa saja kehilangan tiga potensi penjualan.
Kamu bisa mempertimbangkan menggunakan layanan payment gateway seperti YUKK Payment Gateway. Dengan layanan dari YUKK Payment Gateway, kamu bisa menerima berbagai metode pembayaran digital, seperti QRIS, virtual account, payment link, dan e-wallet yang terintegrasi dalam satu sistem. YUKK Payment Gateway juga dilengkapi dengan dashboard serta aplikasi YUKK Merchant yang memudahkan merchant memantau transaksi secara real-time. Selain itu, tersedia fitur analitik yang dapat membantu pelaku usaha melihat dan mengevaluasi performa bisnis.
Dengan sistem pembayaran yang lebih praktis dan terintegrasi, pelanggan bisa bertransaksi dengan cara yang paling nyaman bagi mereka. Sementara itu, pelaku usaha juga dapat melayani lebih banyak pelanggan, memproses transaksi dengan lebih cepat, serta memantau perkembangan usaha dengan lebih mudah. Sistem pembayaran yang tepat dapat membuat usaha sampingan selama Ramadan berjalan lebih lancar dan berpotensi berkembang lebih jauh. Daftar sekarang!
