Waspada, Masker Medis Palsu Beredar di Pasar! Ini Ciri Masker Medis Asli

Waspada, Masker Medis Palsu Beredar di Pasar!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Masyarakat resah. Di pasar, masker bedah palsu beredar luas dan tidak terkendali. Hal ini tentu membuat upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 menjadi lebih sulit.

Lalu bagaimana masyarakat bisa tahu bahwa masker yang dipakai adalah masker asli? Bagaimana cara membedakannya dengan masker palsu?

Masker medis asli, kata Arianti Anaya, Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kemenkes, memiliki nomor izin edar dari Kementerian Kesehatan. Masker yang mendapat izin edar ini bisa berupa masker bedah atau masker respirator (N95/KN95). Dan yang tidak mengantongi izin edar dari Kemenkes adalah masker palsu.

Waspada, Masker Medis Palsu Beredar di Pasar!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Masker bedah terbuat dari material non-woven spunbond, meltblown, spunbond (SMS), serta spunbond, meltblown, meltblown, spunbond (SMMS). Masker ini sekali pakai dengan tiga lapisan. Penggunaannya menutupi mulut dan hidung.

Sementara itu, masker respirator atau biasa disebut N95 atau KN95 menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene dengan lapisan tengah berupa elektrete/charge polypropylene. Masker jenis ini memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik daripada masker bedah. Biasanya masker respirator digunakan oleh tenaga medis atau orang yang berhubungan langsung dengan pasien Covid-19.

“Masker medis ini harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95 persen dan bahkan ada yang 98 persen sampai 100 persen. Biasanya ini untuk N95,” kata Arianti.

Waspada, Masker Medis Palsu Beredar di Pasar!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Masker yang memiliki izin edar telah memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan manfaat. Masker ini telah lolos uji bacterial filtration efficiency (BFE), particle filtration efficiency (PFE), breathing resistance, dan lainnya.

“Ini adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mencegah masuknya droplet dan mencegah penularan virus dan bakteri. Ini untuk melindungi dari tertularnya virus,” katanya.

Agar tidak salah beli, masyarakat diminta untuk mengecek terlebih dahulu nomor izin edar masker. Nomor izin edar ini biasanya tercantum pada kemasan masker.

“Menghindari kesalahan pemilihan masker medis, maka tenaga kesehatan dan masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes dan izin edar ini juga bisa diakses melalui infoalkes.kemkes.go.id,” katanya.

Waspada, Masker Medis Palsu Beredar di Pasar!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Adapun masker non-medis, pada umumnya, digunakan untuk sejumlah keperluan seperti dalam industri pengecatan, pertambangan, atau perminyakan. Masker ini digunakan untuk mencegah gangguan inhalasi terhadap polusi. Masker non-medis ini tidak memiliki izin edar dari Kemenkes karena tidak memenuhi standar uji sebagai alat kesehatan.

“Yang disebut sebagai tidak sesuai dengan peruntukannya adalah, misalnya, masker itu sebenarnya bukan masker alat kesehatan, tapi diklaim sebagai masker alat kesehatan. Ini akan ditindaklanjuti karena tentunya ini akan menyesatkan masyarakat,” terang Arianti.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry