Waspada, Happy Hypoxia Sebabkan Pasien Covid-19 Meninggal Tanpa Gejala Sama Sekali

Waspada, Happy HypoxiaSebabkan Pasien Covid-19 Meninggal Tanpa Gejala Sama Sekali
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Hampir semua rumah sakit di Jawa Tengah, seperti dilansir detikcom, sudah menangani pasien Covid-19 dengan happy hypoxia. Dari beberapa pasien yang mengalami gangguan itu, ada yang sudah meninggal dunia. Sebuah fenomena yang sangat mengkhawatirkan karena gangguan ini membuat pasien Covid-19 meninggal tanpa gejala sama sekali.

Happy hypoxia itu fenomena di mana-mana, di dunia termasuk Indonesia. Di Jawa tengah juga ada. Yang laporan ke kami itu Banyumas dan Solo dan daerah lain. Pada prinsipnya, rumah sakit yang merawat (pasien Covid) itu ada. Jadi, ada yang ringan, ada yang selamat, tapi ada juga yang tidak,” ungkap Yulianto Prabowo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (7/9) lalu.

Sebenarnya apa itu happy hypoxia? Mengapa silent hypoxemia atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan happy hypoxia ini begitu menakutkan? Apa penyebabnya?

Waspada, Happy HypoxiaSebabkan Pasien Covid-19 Meninggal Tanpa Gejala Sama Sekali
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Menurut Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto, secara umum, suatu infeksi di jaringan paru disebut sebagai penumonia. Pneumonia ini akan menyebabkan gangguan sirkulasi oksigen masuk ke dalam darah, yaitu gangguan disfungsi atau gangguan pada vaskuler (pembuluh darah). Gangguan ini menyebabkan darah tidak teroksigenisasi.

“Akibatnya itulah yang disebut sebagai kandungan oksigen dalam darah rendah atau disebut hipoksemia,” katanya seperti dilansir kompas.com.

Hypoxemia (hipoksemia) adalah kurangnya kadar oksigen dalam darah. Kondisi ini menyebabkan munculnya gangguan beserta keluhan pada organ tubuh lainnya. Silent hypoxemia adalah kurangnya kadar oksigen dalam darah, tetapi tidak diikuti gejala atau keluhan pada organ tubuh lain. Pada orang sehat, persentase saturasi oksigen normal yang diharapkan adalah 95 persen.

Waspada, Happy HypoxiaSebabkan Pasien Covid-19 Meninggal Tanpa Gejala Sama Sekali
Ilustrasi (Foto: Freepik)

“Di bawah milimeter normal (kadar oksigen dalam darah) itu kalau diukur saturasinya, di bawah 94. Kalau diukur kadar pO2 (tekanan oksigen), di bawah 80,” jelasnya.

Kondisi hipoksemia ini dapat menyebabkan hypoxia atau kadar oksigen rendah di dalam jaringan. Pada umumnya, hipoksia memiliki gejala. Sedangkan happy hypoxia adalah kurangnya kadar oksigen dalam jaringan, tetapi tidak menampakkan gejala atau keluhan pada pasien.

“Jadi, terminologinya juga harus dipahami bahwa hipoksemia adalah kondisi kadar oksigen yang rendah di dalam darah,” kata Agus.

Hipoksia dapat terjadi terus-menerus dan menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh. Terutama organ-organ penting seperti jantung, otak, dan ginjal.

“Kalau itu kekurangan oksigen, akibatnya bisa terjadi penggalan organ akibat kekurangan oksigen,” sambungnya.

Waspada, Happy HypoxiaSebabkan Pasien Covid-19 Meninggal Tanpa Gejala Sama Sekali
Oxymeter, alat untuk mendeteksi hipoksia (Foto: Getty Images)

Dalam hubungannya dengan Covid-19, happy hypoxia ini sangat berbahaya. Mengapa? Karena jika sudah terjadi pneumonia dan hipoksemia, akibatnya bisa fatal.

Dalam kasus pasien Covid-19 tanpa gejala, happy hypoxia bisa menyebabkan kematian. Pasien kategori ini tidak mengeluh sesak napas, tidak mengalami demam, dan tidak batuk. Tampak seperti orang yang sehat. Padahal sebenarnya kadar oksigen di dalam darah mereka sudah rendah. Fenomena seperti ini sudah terjadi di Wuhan, China, pada awal wabah Covid-19.

“Kondisi inilah yang disebut sebagai silent hypoxemia atau hipoksemia yang tidak terdeteksi atau familiar juga disebut happy hypoxia,” jelasnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry