Tentang FWB yang Viral! Ini Dampak Serius Seks Tanpa Komitmen!

Tentang FWB yang Viral! Ini Dampak Serius Seks Tanpa Komitmen!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Beberapa waktu lalu, video pengakuan sekelompok perempuan tentang pengalaman menjalani FWB (friends with benefit) viral melalui media sosial. Video itu menuai kritik pedas dari warganet. Mereka mengatakan bahwa FWB itu bukanlah budaya Indonesia.

Pakar seks, dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG., MARS ikut menanggapi hal itu. Menurutnya, menceritakan pengalaman seks tanpa komitmen dengan orang lain bukanlah sebuah konten edukasi seks.

“Salah itu! Konten yang cuma berbagi pengalaman seks, hati-hati, bisa menjerumuskan. Itu bukan edukasi seks. Sex educator harus lihat budaya yang ingin disampaikan, target umurnya juga. Kalau mereka asal bicara cerita seks, terus buat remaja, kan bukan edukasi namanya,” katanya seperti dikutip YUKK dari detikcom.

Konsep friends with benefit tidak cocok diterapkan di Indonesia. Indonesia menjunjung tinggi budaya ketimuran. Selain itu, konsep itu tidak menuntut komitmen. Padahal komitmen sangat dibutuhkan dalam sebuah hubungan seks.

Tentang FWB yang Viral! Ini Dampak Serius Seks Tanpa Komitmen!
dr. Boyke Dian Nugraha (Foto: detikcom)

“Kalau di luar negeri, mungkin, ya. Kalau di Indonesia, enggaklah, ya. Bukan budaya kita. Relationship dalam seks itu sangat dibutuhkan seperti dalam hubungan suami-istri. Dan harus dengan komitmen,” tegasnya.

Dalam friends with benefit ini, pihak yang paling dirugikan adalah perempuan. Selain karena tidak ada komitmen, juga karena hubungan seperti itu bisa menyebabkan munculnya penyakit menular seksual.

“(Dalam) hubungan seperti itu, yang paling dirugikan adalah wanita. Banyak saya dapat kasus tadinya melakukan seks suka sama suka, tapi tidak ada komitmen ke depan, jadi sulit. Rugi! Bisa banyak risiko penyakitnya. Banyak yang menyesal di akhir,” ungkapnya.

Tentang FWB yang Viral! Ini Dampak Serius Seks Tanpa Komitmen!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Harus dipahami bahwa seks merupakan sebuah ekspresi cinta. Oleh karena itu, harus ada komitmen.

“Ingat, seks itu ekspresi cinta paling tinggi. Seks itu ‘kan relasi, kedua ekspresi cinta paling tinggi, dan ketiga baru rekreasi dan tujuan membuat anak. Jika dalam FWB (yang penting) relasi saja (sementara) untuk komitmen ke depan sudah tidak ada, apaan cuma nambah pengalaman seks doang,” pungkasnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry