Tahukah Kamu bahwa Nama “Google” adalah Hasil dari Salah Ketik?

Tahukah Kamu bahwa Nama “Google” adalah Hasil dari Salah Ketik?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Siapa yang tidak tahu Google? Mesin pencari yang dirancang Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 27 September 1996 itu telah menjadi mesin “serbatahu” paling besar di dunia. Paling besar sekaligus paling lengkap.

Semua orang tahu si “serbatahu” itu. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa nama mesin pencari yang telah mengakuisisi banyak perusahaan rintisan yang berpotensi itu adalah hasil dari sebuah kecelakaan kecil. Hasil dari sebuah kesalahan ketik.

Tahukah Kamu bahwa Nama “Google” adalah Hasil dari Salah Ketik?
Larry Page dan Sergey Brin (Foto: Istimewa)

Semuanya berawal dari sini. Larry Page dan Sergey Brin mengembangkan mesin pencari bernama “BackRub”. Dalam operasinya, kedua mahasiswa pascasarjana di Stanford University itu menggunakan server di kampus mereka.

Pada 1997, Larry ingin mengganti nama mesin pencari itu dengan nama lain. Dia pun berdiskusi dengan teman-teman mahasiswa lainnya, termasuk seorang kolega bernama Sean Anderson. Pada saat itulah muncul usulan nama “Googol”. Nama itu sebenarnya adalah sebuah istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka 0 (nol).

Tahukah Kamu bahwa Nama “Google” adalah Hasil dari Salah Ketik?
Larry Page (Foto: Istimewa)

Mengapa “Googol”? Nama ini dipakai dengan alasan yang kuat. Nama ini menjelaskan misinya sendiri, yaitu sebagai gudang informasi tak terbatas dalam internet.

Selanjutnya Sean mencari apakah domain “Googol.com” sudah digunakan atau belum. Masalahnya adalah dia salah mengetik nama. Bukan “Googol.com”, melainkan “Google.com”.

Tahukah Kamu bahwa Nama “Google” adalah Hasil dari Salah Ketik?
Sergey Brin (Foto: Istimewa)

Dikutip dari Business Insider, kesalahan pengetikan itu rupanya bukanlah masalah besar. Justru Larry suka pada nama “Google”. Dan kebetulan juga, ketika itu, domain Google.com belum dipakai orang lain.

Larry dan Brin ingin mesin pencari itu hadir dengan desain antarmuka yang ringkas. Oleh karena itulah proses pencarian melalui Google dibuat sesederhana mungkin. Pengguna hanya cukup menekan tombol “enter” setelah memasukkan kata kunci pencariannya. Baru kemudian diketahui bahwa halaman muka Google bersih karena Larry dan Brin tidak menguasai bahasa pemrograman HTML.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry