Sulit Tidur Pulas Selama Pandemi Covid-19? Bisa Jadi Itu Coronasomnia

Sulit Tidur Pulas Selama Pandemi Covid-19? Bisa Jadi Itu Coronasomnia
Ilustrasi (Foto: Crello)

Angka kasus yang terus bertambah setiap hari, jumlah kematian yang terus memecahkan rekor, dan mulai kewalahannya tenaga kesehatan membuat orang semakin takut. Belum lagi ancaman kehilangan pekerjaan dan pendapatan sebagai imbas dari diberlakukannya PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat). Semua hal itu membuat banyak orang tidak bisa tenang. Bahkan sampai tidak bisa tidur.

Selama pandemi Covid-19 ini, seperti dilansir Sleep Foundation, banyak studi yang mencatat adanya peningkatan kasus insomnia dan gangguan kesehatan mental. Sebelum pandemi, sekitar 24% orang mengalami insomnia. Jumlah ini meningkat menjadi 40% ketika pandemi melanda.

Pasien Covid-19 (Foto: Kompas)

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 4 dari 10 orang mengalami setidaknya satu gejala gangguan mental selama pandemi ini. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah orang dengan gejala kecemasan naik hingga tiga kali lipat selama pandemi ini. Sementara itu, yang mengalami depresi naik empat kali lipat.

Gangguan tidur yang terjadi selama pandemi ini disebut coronasomnia. Dr. Abinav Singh, Medical Director of Indiana Sleep Center, menyebut gangguan tidur ini sebagai satu dari beberapa “tandemics”, yaitu epidemi yang dipicu, diperburuk, dan berlangsung sejalan dengan pandemi. Contoh lain dari tandemic ini adalah gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Ini Bahaya Sabu, Narkoba yang Membuat Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap Polisi
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Berikut ini beberapa gejala coronasomnia seperti yang dikutip YUKK dari laman resmi Sleep Foundation:

  • Gejala insomnia seperti tidak bisa tidur lelap,
  • Meningkatnya level stress,
  • Meningkatnya gejala kecemasan dan depresi seperti pikiran-pikiran yang mengganggu,
  • Terlambat tidur
  • Gejala-gejala kurang tidur seperti lebih banyak tidur pada siang hari, kehilangan fokus, dan mood yang jelek selama seharian

Faktor penyebab
Ada beberapa penyebab coronasomnia. Penyebab paling utama adalah stres menghadapi keadaan yang serba tak menentu. Rutinitas yang tak lagi sama dari tahun-tahun sebelumnya juga memicu coronasomnia. Mengapa tidak, PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) membuat orang tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

Tidak Bisa Makan di Luar karena PPKM Darurat? Pesan Saja Lewat “YUKK Makan”
(Foto: detikcom)

Selain tidak bisa bekerja, yang pada gilirannya membuat orang kehilangan pendapatan dan pekerjaan, pembatasan-pembatasan itu juga membuat orang seperti “terasing” dengan orang lain. Tidak bisa lagi berkumpul bersama keluarga besar, teman-teman, atau rekan kerja. Tidak bisa lagi melakukan hobi seperti sebelumnya.

Hanya berdiam diri di rumah dan mengonsumsi berbagai kabar “menakutkan” tentang pandemi Covid-19 memperburuk gangguan ini. Kabar-kabar itu, termasuk hoax, berseliweran melalui berbagai media sosial dan aplikasi pesan singkat. Mulai dari kabar tentang lonjakan kasus, jumlah pasien yang meninggal dunia, penuhnya IGD di rumah sakit, hingga keterbatasan tabung oksigen membuat mental orang terganggu.

Sulit Tidur Pulas Selama Pandemi Covid-19? Bisa Jadi Itu Coronasomnia
Olahraga (Foto: Creole)

Lalu bagaimana mengatasi gangguan ini? Dalam kondisi yang parah, orang mungkin membutuhkan bantuan profesional atau dokter spesialis untuk mengatasi gangguan ini. Jika tidak terlalu parah, gangguan ini bisa dicegah dengan beberapa cara berikut:

  • Jaga kebersihan sebelum tidur dengan cuci muka dan sikat gigi disertai flossing,
  • Jangan tidur siang terlalu lama. Idealnya tidur siang cukup 20—30 menit,
  • Bersihkan dan rapikan kamar sebelum tidur. Ganti sprei dan sarung bantal dengan yang bersih dan harum, matikan lampu, dan jaga suasana tetap tenang,
  • Batasi konsumsi kafein seperti kopi, teh, dan cokelat. Kalau mau, minum minuman berkafein 6 jam sebelum waktu tidur dan jangan lebih dari 10 cangkir kopi dalam seminggu. Selain itu, usahakan makan malam lebih awal dan makan banyak camilan seperti kacang-kacangan, susu atau jus ceri,
  • Jangan terlalu sering membaca kabar atau berita yang bisa memicu stress,
  • Rajinlah berolahraga

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry