Seperti Apa Tradisi Minum Kopi di Berbagai Belahan Dunia?

Tradisi minum kopi di berbagai belahan dunia
Ilustrasi (Foto: kathimerini.gr)

Minum kopi, pada akhirnya, lebih dari sekadar menyeduh kopi dan minum. Minum kopi adalah salah satu momen budaya; momen dimana identitas diri suatu kelompok budaya dirayakan dan diperlihatkan. Momen ini kemudian diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penanda identitas.

Semua negara, semua budaya di muka bumi ini, punya tradisi minum kopi itu; punya momen dimana identitas diri dirawat dan dijaga. Di Indonesia, misalnya. Hampir di semua daerah di Indonesia ada tradisi minum kopi itu. Sebut saja di Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di sana, ada pesta penti yang biasanya digelar pada Agustus dan September. Itu adalah sebuah wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil panen. Dalam acara itu, semua warga desa berkumpul, makan bersama, menari (adat), dan minum kopi.

Baca juga : Cuppa Coffee: Kini, Ngopi Menjadi Lebih Berkelas

Lalu bagaimana dengan budaya lain dari berbagai belahan dunia? Berikut ini tradisi minum dari berbagai belahan dunia yang dihimpun YUKK dari berbagai sumber:

Swedia

Tradisi minum kopi di berbagai belahan dunia
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Di Swedia, ada tradisi minum kopi yang disebut fika. Fika adalah jeda istirahat untuk minum kopi. Pada saat itu, para pekerja mendapat kesempatan untuk mengobrol dan mengudap kue-kue manis. Pada umumnya, kedai-kedai kopi didesain sedemikian rupa, sehingga orang-orang bisa melewatkan waktu dengan bersantai, bersosialisasi, dan menikmati kopi.

Argentina

Tradisi minum kopi di berbagai belahan dunia
ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Pada waktu di antara makan siang dan makan malam, masyarakat di beberapa bagian Amerika Latin biasanya minum secangkir kopi atau teh hangat. Momen ini disebut merienda. Di Argentina, orang minum kopi dengan susu dan croissant, teh dengan susu dan roti panggang, atau submarine, yaitu susu panas dengan potongan cokelat yang dicelupkan ke dalamnya.

Austria dan Jerman

Tradisi minum kopi di berbagai belahan dunia
Ilustrasi (Foto: tidoptimist.blog)

Di kedua negara ini, ada tradisi yang disebut Gabelfrühstück, yaitu “sarapan kedua”.  Sarapan pertama biasanya dilakukan dengan cepat. Mungkin mereka hanya minum kopi dan makan sepotong buah atau kue. Namun, antara jam 10 pagi dan 11 siang, mereka minum secangkir kopi untuk kedua kalinya sambil makan kue.

Selandia Baru

Tradisi minum kopi di berbagai belahan dunia
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Kalau di Swedia ada fika, di Selandia Baru ada smoko: istirahat pada jam kerja untuk menyesap kopi atau teh. Saat ini, smoko tak hanya merujuk pada istirahat kerja, tetapi juga mengacu pada momen jeda minum kopi atau makan camilan.

Ethiopia

Tradisi minum kopi di berbagai belahan dunia
(Foto: justinpluslauren.com)

Di Ethiopia, minum kopi adalah sebuah momen khusus. Sebuah upacara yang dilakukan tiga kali sehari. Biasanya waktu untuk menyiapkan acara ini bisa sampai 3 jam. Upacara dilakukan oleh seorang perempuan dan dimulai dengan ritual untuk mengusir roh-roh jahat. Proses persiapan mulai dari menyangrai biji kopi mentah, menggilingnya, dan menyeduhnya. Jika ada anak kecil, anak itulah yang akan menyajikan kopi kepada orang yang paling tua. Baru setelah itu nyonya rumah menyajikannya kepada keluarga atau tamu lainnya. Tamu boleh menghabiskan hingga tiga cangkir kopi. Tradisi minum kopi ini disebut buna tetu.

Turki

Tradisi minum kopi di berbagai belahan dunia
Ilustrasi (Foto: Jorge Cancela via justinpluslauren.com)

Dalam budaya Turki, ada adagium yang berbunyi seperti ini: “Kopi harus hitam seperti neraka, kuat seperti kematian, dan manis seperti cinta.” Setiap pagi, mereka minum kopi hitam dengan aroma yang kuat dan rasa yang manis. Biasanya biji kopi direbus di dalam sebuah wadah yang disebut cevze. Setelah itu, kopi dituangkan ke dalam cangkir yang lebih kecil. Bubuk kopi yang tersisa di dasar cangkir biasanya digunakan untuk meramal nasib si peminum kopi. Lantaran begitu dekat dan hidupnya tradisi ini, UNESCO sampai memasukkan tradisi ini dalam daftar intangible cultural heritage.

Senegal

Tradisi minum kopi di berbagai belahan dunia
Ilustrasi (Foto: telegraph.co.uk)

Senegal juga punya cerita tentang kopi. Di negara ini, kopi yang digunakan adalah kopi arabika. Menariknya adalah kopi dicampur dengan rempah-rempah seperti cengkih dan biji lada hitam, agar rasa dan aromanya lebih kuat. Tradisi minum kopi ini disebut café touba. Tradisi seperti ini juga dianggap sebagai bagian dari proses penyembuhan berbagai penyakit seperti gangguan pencernaan dan lain-lain.

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry