Sebuah Organ Baru di Belakang Hidung Baru Saja Ditemukan

Sebuah Organ Baru di Belakang Hidung Baru Saja Ditemukan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Baru-baru ini, sebuah organ baru ditemukan para ilmuwan. Organ baru berupa satu set kelenjar ludah itu terletak di belakang hidung. Tepatnya di bagian atas tenggorokan.

Rata-rata panjang kelenjar ludah itu mencapai 3,9 cm. Oleh para ilmuwan, kelenjar ludah itu disebut kelenjar ludah tubarial karena terletak di atas sepotong tulang rawan yang disebut torus tubarius. Kelenjar ini, seperti dipublikasikan dalam jurnal Radiotherapy Oncology, mungkin berfungsi sebagai pelembap tenggorokan bagian atas, di belakang hidung dan mulut.

Organ baru ini secara tidak sengaja ditemukan para ilmuwan dari Institut Kanker Belanda ketika mempelajari kanker prostat. Saat itu, mereka menggunakan kombinasi CT scan dan positron emission tomography(PET) scan, yang disebut PSMA PET-CT untuk mempelajari kanker prostat. Dalam proses pemindaian itu, dokter menyuntikkan ‘pelacak’ radioaktif.

Sebuah Organ Baru di Belakang Hidung Baru Saja Ditemukan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, ada 3 kelenjar ludah besar yang diketahui terdapat pada manusia. Satu di bawah lidah, satu di bawah rahang, dan satu lagi di belakang rahang. Selain itu, para ilmuwan yakin bahwa mungkin ada 1.000 kelenjar ludah mikroskopis yang tersebar di seluruh jaringan mukosa tenggorokan dan mulut.

“Jadi, bayangkan betapa terkejutnya kami saat menemukan ini,” kata Wouter Vogel, penulis studi dan ahli bidang onkologi radiasi dari Institut Kanker Belanda, seperti dikutip dari Live Science.

Seratus orang pasien, di mana 99 orang di antaranya adalah laki-laki, menjadi subjek penelitian. Fokus para dokter adalah kankter prostat. Dan ternyata 99 orang pasien itu memiliki kelenjar baru ini.

Sebuah Organ Baru di Belakang Hidung Baru Saja Ditemukan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Vogel dan tim dokter yakin bahwa penemuan ini merupakan sebuah penemuan penting dalam usaha pengobatan kanker. Jika terjadi kerusakan pada kelenjar ini, bisa terjadi masalah serius.

“Pasien mungkin akan mengalami kesulitan saat makan, menelan atau berbicara yang bisa menjadi beban nyata,” ungkapnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry