Pria Madiun Alami Flu Singapura; Apa Saja Ciri-cirinya?

Pria Madiun Alami Flu Singapura; Apa Saja Ciri-cirinya?
Pria Madiun terinfeksi flu Singapura (Foto: tangkapan layar)

Seorang lelaki asal Madiun, Jawa Timur, diketahui terinfeksi flu Singapura setelah sakit lambung. Kabar itu beredar pertama kali melalui TikTok. Dalam video yang kemudian viral itu, sang pasien membeberkan gejala-gejala yang dialaminya, mulai dari rasa lemas dan sakit saat menelan, hingga munculnya lesi.

Flu Singapura dalam istilah medis, dikenal dengan sebutan hand, foot, and mouth disease (HFMD). Dalam masa pergantian musim, penyakit ini harus diwaspadai. Penyakit ini, seperti dikutip dari laman Ikatan Dokter Indonesia, disebabkan oleh infeksi virus bernama Coxsackievirus. Virus ini menular melalui cairan atau lendir pada hidung, tenggorokan, dan lesi yang pecah dari orang yang terinfeksi.

Pria Madiun Alami Flu Singapura; Apa Saja Ciri-cirinya?
Ilustrasi (Foto: Freeik)

Penyakit ini memang lebih banyak menyerang anak-anak. Namun, dalam kasus tertentu, penyakit ini bisa juga diderita orang dewasa seperti yang dialami laki-laki dari Madiun itu. Berikut ciri-cirinya seperti dikutip dari laman Mayo Clinic:

– demam;
– sakit tenggorokan;
– tak enak badan;
– lesi yang terasa sakit, merah, dan melepuh di bagian lidah, gusi, atau bagian dalam pipi;
– ruam merah tanpa gatal pada telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang bokong;
– penurunan nafsu makan.

Pria Madiun Alami Flu Singapura; Apa Saja Ciri-cirinya?
Ilustrasi 3 (Foto: Istimewa)

Masa inkubasi virus ini berlangsung selama 3—6 hari hingga enam hari. Gejala awalnya sering berupa demam dan diikuti dengan beberapa gejala lainnya seperti sakit tenggorokan, rasa tak enak badan, serta penurunan nafsu makan. Sekitar satu atau dua hari kemudian, muncul lesi di bagian depan mulut atau tenggorokan. Pada saat yang sama, muncul ruam pada tangan dan kaki.

Penyakit ini sebenarnya merupakan penyakit yang ringan. Namun, jika tidak segera ditangani, bisa terjadi komplikasi. Misalnya, lesi di mulut bisa membuat pasien kesulitan untuk minum hingga berujung dehidrasi. Dan dalam kondisi yang lebih parah, penyakit ini bisa memicu penyakit yang lebih berat seperti meningitis dan ensefalitis.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry