Pfizer Gugat Karyawan yang Diduga Curi Rahasia Vaksin Covid-19

News | 25 November 2021
Pfizer Gugat Karyawan yang Diduga Curi Rahasia Vaksin Covid-19
(Foto: Reuters)

Pfizer adalah sebuah perusahaan farmasi dan bioteknologi multinasional asal Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh dua imigran Jerman, Charles Pfizer dan sepupunya, Charles F. Erhart, pada 1849 di Manhattan, New York City. Perusahaan ini menghasilkan dan mengembangkan obat-obatan dan vaksin.

Selama pandemi Covid-19 ini, Pfizer adalah salah satu perusahaan yang mengembangkan vaksin Covid-19. Bekerja sama dengan BioNTech, sebuah perusahaan bioteknologi dari Jerman, Pfizer membuat vaksin dengan teknologi genetika messenger RNA (mRNA). Vaksin ini diklaim sebagai vaksin Covid-19 dengan efikasi paling tinggi di dunia.

Sehubungan dengan vaksin ini pula, Selasa (23/11) lalu, Pfizer melayangkan gugatan kepada Chun Xiao Li melalui pengadilan federal San Diego. Li adalah salah satu karyawannya yang berencana pindah ke perusahaan kompetitor. Dia dituduh mencuri data rahasia perusahaan, termasuk data tentang vaksin Covid-19.

Pfizer Gugat Karyawan yang Diduga Curi Rahasia Vaksin Covid-19
Vaksin (Foto: Reuters)

Li, seperti dikutip YUKK dari Reuters, diduga mengunggah lebih dari 12.000 dokumen rahasia ke dalam akun Google Drive-nya dari laptop milik perusahaan. Dokumen itu berisi berbagai topik rencana Pfizer, mulai dari analisis studi vaksin, target operasi, hingga rencana pengembangan obat baru.

“Li telah membohongi Pfizer tentang apa yang dia ambil, bagaimana dia mengambilnya, kapan, mengapa dia melakukan itu, dan di mana berbagai file itu bisa ditemukan,” kata pihak Pfizer.

Pfizer menempuh jalur hukum untuk melindungi semua informasi penting yang berhubungan dengan inovasi ilmiah yang diduga dicuri karyawannya yang sudah bekerja selama 15 tahun itu.

Ketahui Efek Samping Vaksin Janssen
Vaksinasi (Foto: Sindonews)

“Pfizer menjaga keamanan informasi sensitif dan rahasia dengan sangat serius. Melindungi informasi itu sangat penting untuk inovasi ilmiah, yang pada akhirnya memungkinkan kami memberikan terobosan untuk pasien,” kata juru bicara Pfizer seperti dikutip dari Bloomberg Law.

Perlu diketahui bahwa masalah rahasia dagang perusahaan farmasi selama pandemi Covid-19 memang sedang menarik perhatian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mendorong pihak swasta untuk melepaskan sementara hak paten terapi atau hal lain yang berkaitan dengan Covid-19 supaya bisa ditiru perusahaan lain. Dengan demikian, semakin banyak pihak yang berkontribusi dalam penanganan pandemi.Dan Pfizer dilaporkan menjadi salah satu perusahaan farmasi yang masih menolak membagikan sementara hak paten vaksin Covid-19-nya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry