Peneliti: Pakai Kacamata Turunkan Risiko Tertular Covid-19

Peneliti: Pakai Kacamata Turunkan Risiko Tertular Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Virus Corona tidak hanya bisa masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan hidung, tapi juga melalui organ tubuh lain seperti mata. Para ilmuwan China sudah menemukan fakta ini pada Februari lalu. Seperti dikutip dari Express, gejala-gejala yang tampak adalah mata lebih berair daripada biasanya.

Lingli Zhou, pemimpin penelitian dari Departemen Oftalmologi di Johns Hopkins, telah menganalisa mata 10 orang pasien yang meninggal dunia karena Covid-19. Hasil analisanya menunjukkan bahwa sel permukaan mata termasuk yang rentan terhadap infeksi SARS-CoV-2. Dan bisa menjadi pintu masuknya virus.

Kali ini, ada sebuah penelitian baru dari China tentang efek kacamata terhadap infeksi virus Corona. Orang yang memakai kacamata disebut lebih rendah punya risiko terinfeksi virus SARS-CoV-2. Mengapa? Karena kacamata mencegah pemakainya menyentuh mata.

Peneliti: Pakai Kacamata Turunkan Risiko Tertular Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

“Sehingga menghindari penularan virus dari tangan ke mata,” kata dr. Yiping Wei, salah satu peneliti dari Second Affiliated Hospital of Nanchang University,” seperti dikutip dari Medicalxpress.

Hasil penelitian yang sudah dipublikasikan dalam JAMA Ophthalmology pada 16 September lalu ini pun menunjukkan bahwa kacamata dapat melindungi pemakainya dari risiko penularan virus Corona lewat droplet. Pasalnya, droplet dari mulut seseorang saat bicara tidak akan langsung mengenai mata.

“Meskipun ini adalah studi observasional dan Anda tidak dapat menyimpulkan sesuatu dengan pasti, ada saran bahwa pelindung mata dalam bentuk apa pun dapat mengurangi risiko Anda terinfeksi. Hal ini perlu dikonfirmasi dengan studi observasional lain dan studi yang lebih formal,” kata dr. Amesh Adalja, sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security, di Baltimore.

Peneliti: Pakai Kacamata Turunkan Risiko Tertular Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Saat ini, menurut Ketua Departemen Kedokteran di Mount Sinai South Nassau, dr. Aaron Glatt, sudah banyak rumah sakit yang mewajibkan tenaga kesehatan maupun pengunjung untuk memakai kacamata atau face shield dengan masker, termasuk di rumah sakit tempat dia bekerja.

“Orang sering bertanya, ‘Kalau saya pakai kacamata, apakah itu sudah cukup?’ Dan jawaban kami adalah tidak. Kacamata mungkin memberikan perlindungan, tapi jelas partikel di udara secara teoritis akan mudah masuk ke mata lewat sekitar kacamata,” jelasnya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry