Pendiri Startup Kaya Raya Ini Ternyata Penipu Kelas Kakap

News | 6 January 2022
Pendiri Startup Kaya Raya Ini Ternyata Penipu Kelas Kakap
Elizabeth Holmes (Foto: New York Times)

Masih ingat nama Elizabeth Holmes? Pada 2014 lalu, namanya menjadi buah bibir warga Amerika Serikat dan para pelaku bisnis rintisan di seluruh dunia. Para pejabat dan konglomerat memujinya. Dan Forbes mencatat namanya sebagai salah satu wanita muda terkaya di dunia.

Holmes menjadi begitu terkenal karena Theranos, startup yang dibangunnya pada 2003 lalu. Ketika itu, seperti dikutip YUKK dari msnbc.com, dia masih berusia 19 tahun. Dia mengklaim bahwa Theranos dapat menjalankan uji darah dengan teknologi canggih yang mereka produksi. Tes darah ini bisa mendeteksi kondisi medis seseorang seperti kanker dan kolesterol tinggi.

Pendiri Startup Kaya Raya Ini Ternyata Penipu Kelas Kakap
Theranos (Foto: The Scientist Magazine)

Dengan klaim itu, dia menggandeng banyak investor kelas kakap dengan jumlah dana mencapai lebih dari US$700 juta. Sebut saja Draper Fisher Jurvetson dan Larry Ellison. Para konglomerat seperti Henry Kissinger hingga Rupert Murdoch pun tertarik berinvestasi pada perusahaannya. Mereka dijanjikannya keuntungan besar.

Kepada para investor itu, dia meminta syarat ini: teknologi perusahan tidak bisa dibuka dan dialah yang memutuskan apa pun yang berhubungan dengan perusahaannya. Dia memang menjalankan startup itu secara tertutup. Dia bahkan pernah menuntut tiga orang mantan karyawannya karena diklaimnya menyalahgunakan rahasia perusahaan. Dalam hal ini, dia mengikuti langkah Steve Jobs, idolanya. Dan seperti Jobs pula, dia mulai mengenakan kaos hitam dan tidak pernah mengambil waktu untuk berlibur.

Pendiri Startup Kaya Raya Ini Ternyata Penipu Kelas Kakap
(Foto: Istimewa)

Namanya makin terkenal. Dia menjadi headline sejumlah media. Sering hadir dalam event bergengsi seperti TED Talk dimana dia sepanggung dengan Bill Clinton dan Jack Ma. Kekayaannya pun bertambah. Dia tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai US$4,5 miliar. Dia adalah wanita termuda paling kaya di dunia. Menteri Keuangan Amerika Serikat, George Schultz, Jenderal Angkatan, Darat James Mattis, dan keluarga terkaya Amerika, Waltons, adalah beberapa para pendukungnya.

“Saya tahu dia punya ide brilian ini dan dia berhasil meyakinkan semua investor dan ilmuwan ini,” kata Dr. Jeffrey Flier, mantan dekan Sekolah Kedokteran Harvard, pada 2015 lalu.

Pendiri Startup Kaya Raya Ini Ternyata Penipu Kelas Kakap
(Foto: New York Times)

Ketika namanya makin tenar dan kekayaannya makin bertambah, satu per satu kelemahan Theranos mulai terkuak. Ian Gibbons, ilmuwan andalan Theranos, memperingatkannya bahwa tes darah yang sudah digembar-gemborkannya itu belum siap untuk dibuka kepada publik. Tambahan lagi, ada ketidakakuratan dalam teknologi yang digunakan.

Desas-desus tentang Theranos membuat FDA (Food and Drug Administration), pada Agustus 2015, melakukan investigasi. Hasilnya adalah uji darah Theranos tidak akurat.  Dua bulan kemudian, Wall Street Journal mempublikasikan hasil investigasi tentang Theranos. Mereka mengatakan bahwa teknologi Theranos meragukan. Mesin tes darah yang dinamakan Edison itu tidak bisa memberikan hasil akurat. Rupanya Theranos menggunakan mesin yang sama dengan perusahaan tes darah tradisional lainnya. Bukan teknologi mereka sendiri.

Pendiri Startup Kaya Raya Ini Ternyata Penipu Kelas Kakap
(Foto: Bloomberg)

Pada tahun 2016, FDA, Centers for Medicare & Medicaid Services, dan SEC melakukan penyelidikan mendalam terhadap Theranos. Dari hasil penyeledikan itu mereka berkesimpulan bahwa telah terjadi penipuan. Oleh karena itu, pada Juli 2016, Holmes dilarang berkecimpung dalam industri tes laboratorium selama 2 tahun. Pada bulan Oktober, Theranos menutup operasi laboratoriumnya.

Dalam siding baru-baru ini, Holmes dinyatakan bersalah telah menipu para investor. Menurut jaksa penuntut umum, Holmes telah secara sadar berbohong mengenai teknologi yang diklaimnya bisa mendeteksi penyakit dengan hanya beberapa tetes darah.  Dia terancam dipenjara dalam waktu yang lama.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry