Orang Tua, Ini 2 Cara Penularan Hepatitis Misterius pada Anak

Orang Tua, Ini 2 Cara Penularan Hepatitis Misterius pada Anak
Ilustrasi (Foto: Crello)

Kasus hepatitis misterius akut pada anak terus bertambah. Hingga saat ini, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah total kasus hepatitis akut misterius di dunia mencapai 348 kasus. Inggris tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu 163 kasus.

Indonesia sendiri mencatat 15 kasus yang diduga hepatitis misterius akut. Lima orang anak di antaranya meninggal dunia dengan rincian 3 dari Jakarta, 1 dari Jawa Timur, dan 1 dari Sumatera Barat. Selain tiga daerah itu, kasus hepatitis misterius ini juga ditemukan di Jawa Barat dan Bangka Belitung.

Sejauh ini, penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli melihat ada hubungan antara hepatitis misterius dengan adenovirus. Pasalnya lebih dari 70% kasus di Inggris dinyatakan positif adenovirus. Menurut Dr. Philippa Easterbrook, ilmuwan senior di departemen hepatitis WHO, adenovirus tipe 41 adalah yang paling umum ditemukan di antara kasus-kasus tersebut.

Orang Tua, Ini 2 Cara Penularan Hepatitis Misterius pada Anak
Ilustrasi (Foto: Crello)

“(Adenovirus 41) yang biasanya menyebabkan diare, muntah, demam, serta gejala pernapasan,” katanya.

Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gatro-hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Muzal Kadim, penularan virus diduga berasal dari fekal oral dan droplet. Penyebaran virus melalui fekal oral, yaitu melalui saluran pencernaan yang ditularkan melalui mulut. Sementara dugaan penularan melalui droplet atau cairan air liur merujuk pada adenovirus.

“Tapi apakah (adenovirus) ini sebagai penyebab atau sebagai koinsiden saja, masih ada faktor x yang belum diketahui,” katanya dalam siaran langsung Instagram IDAI, Selasa (10/5) lalu.

Berdasarkan dugaan penyebaran itu, orang tua diimbau untuk melakukan pencegahan seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Orang Tua, Ini 2 Cara Penularan Hepatitis Misterius pada Anak
Ilustrasi (Foto: Crello)

“Kita harus mencegah semua penularan dari fekal oral seperti mencuci tangan, (menjaga) kebersihan makanan, air, dan jangan makan bersama atau menggunakan alat makan bersama,” sarannya.

Untuk mencegah penularan melalui droplet, dihimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan COVID-19, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

“Karena sifatnya akut. Biasanya penularannya lewat saluran cerna atau saluran napas,” katanya.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry