Migrain 7 Tahun; Ternyata Ada Cacing Pita di Otak Wanita Ini

News | 12 October 2020
Migrain 7 Tahun; Ternyata Ada Cacing Pita di Otak Wanita Ini
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Selama 7 tahun, perempuan berusia 25 tahun ini mengalami migrain. Dia mengira bahwa migrain itu adalah migrain biasa; seperti yang dialami orang lain pada umumnya. Baru pada pekan lalu semuanya terkuak bahwa sakit kepalanya itu disebabkan oleh larva cacing pita.

Dikutip YUKK dari independent.co.uk, perempuan yang bekerja sebagai barista di sebuah kafe di Melbourne itu dilarikan ke rumah sakit segera setelah dia merasa sakit kepala dan penglihatannya kabur. Hasil pemindaian MRI yang dilakukan dokter menunjukkan bahwa ada lesi sepanjang 8 mm di lobus okiptal di bagian belakang kepalanya. Operasi pun dilakukan.

Sekilas lesi sepanjang 8 mm itu mirip kista. Namun, ketika diangkat, lesi itu bukanlah jaringan manusia. Lesi itu adalah larva cacing pita.

Migrain 7 Tahun; Ternyata Ada Cacing Pita di Otak Wanita Ini
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Hasil tes DNA menunjukkan bahwa larva itu adalah Taenia solium yang dikenal sebagai cacing pita babi. Cacing itu ada di dalam daging babi. Ditularkan ke manusia ketika manusia mengonsumsi daging babi yang kurang matang pengolahannya.

Kasus ini disebut sebagai kasus neurocysticercos, infeksi saraf pusat karena larva cacing pita, pertama di Australia yang menyerang penduduk asli. Menurut penulis studi yang laporannya telah diterbitkan dalam The American Journal of Tropical Medicine, sebelumnya kasus yang terjadi di Australia berasal dari imigran atau penduduk yang baru kembali setelah melakukan perjalanan ke daerah endemik. Sedangkan dalam kasus ini, perempuan itu belum pernah bepergian ke negara dengan kasus cacing pita babi seperti sebagian negara di Asia dan Amerika Latin.

Migrain 7 Tahun; Ternyata Ada Cacing Pita di Otak Wanita Ini
Hasil MRI menunjukkan bahwa ada larva cacing pita di dalam otak (Foto: independent.co.uk)

Menurut para ilmuwan, sangat mungkin perempuan itu secara tidak sengaja menelan telur T solium yang dilepaskan oleh pembawa cacing pita lain yang berasal dari negara terdampak.

“Dokter perlu menyadari bahwa dengan kemudahan dan frekuensi perjalanan dunia, penyakit yang sangat endemik di banyak negara bagian dunia bisa menimbulkan risiko bagi penduduk negara dengan endemisitas rendah,” jelas penulis studi itu.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry