Mengapa Elon Musk Ingin Sekali Membeli Twitter?

Mengapa Elon Musk Ingin Sekali Membeli Twitter?
Elon Musk (Foto: Getty Images)

Pada 13 April lalu, Elon mengungkapkan keinginannya kepada para pemegang saham untuk membeli Twitter. Dia berani membayar U$54,20 per lembar saham.  Namun, keinginannya itu ditolak banyak pemegang saham. Salah satunya adalah Al Waleed bin Talal Al Saud, salah satu Pangeran Arab Saudi.

“Saya tidak percaya tawaran yang diajukan @elonmusk (USD54,20) mendekati nilai intrinsik @Twitter mengingat prospek pertumbuhannya. Menjadi salah satu pemegang saham Twitter terbesar dan jangka panjang, @Kingdom_KHC & saya menolak tawaran ini,” cuit Al Waleed.

Banyak orang mengira bahwa Elon akan mundur. Ternyata tidak. Lelaki berusia 50 tahun itu akhirnya berhasil membeli Twitter. Dia membeli media sosial berikon burung biru itu senilai US$44 miliar atau setara dengan Rp635 triliun.

“Yesss!!!” tulis bos Tesla dan SpaceX itu dalam akun Twitter-nya, @elonmusk, pada Senin (25/4) lalu.

Mengapa Elon Musk Ingin Sekali Membeli Twitter?
Twitter (Foto: techradar.com)

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Elon begitu ingin menguasai Twitter? Apakah dia ingin membuat Twitter sebagai mesin uang? Ataukah ada hal lain yang dia ingin lakukan pada Twitter?

Orang menduga bahwa dia membeli Twitter karena memang dia sangat aktif menggunakan platformitu. Dia sangat suka menuangkan ide dan pemikirannya di situ. Dia bahkan sudah punya lebih dari 83 juta follower.

Apakah juga karena uang? Dikutip YUKK dari Independent, Elon menegaskan keputusannya untuk membeli Twitter bukan karena uang. Dia tidak tertarik untuk membuat Twitter sebagai mesin uang barunya. Dia justru mengatakan bahwa dia ingin membuat sebuah platform publik yang terpercaya dan inklusif demi masa depan peradaban.

Dia diduga membeli Twitter karena melihat bahwa platform itu masih membatasi kebebasan berbicara para penggunanya. Dengan membeli Twitter, dia ingin menciptakan sebuah platform dimana orang bisa bebas berbicara dan berpendapat.

Mengapa Elon Musk Ingin Sekali Membeli Twitter?
(Foto: Reuters)

“Saya kira sangat penting untuk membuat sebuah arena inklusif untuk kebebasan berbicara. Twitter telah menjadi seperti alun-alun kota. Jadi, sangat penting bahwa orang bisa bebas berbicara,” katanya seperti dikutip dari Washington Post.

Dia memang menegaskan bahwa motivasinya bukanlah uang. Namun, dia juga mengatakan bahwa dia ingin mengubah Twitter: tidak lagi mengandalkan iklan, tetapi memasang layanan berlangganan. Banyak orang menilai hal ini sulit dilakukan, tapi tidak berarti bahwa dia tidak mampu melakukannya. Pasalnya dia adalah seorang pebisnis ulung.

“Dia adalah orang terkaya di dunia, entrepreneur yang kesuksesannya termasuk PayPal dan Tesla. Dia karismatik. Dia suka menguji batas dan menerobos aturan,” tulis BBC.

 

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry