Mencari Awal Mula “Bom Biologis” yang Membunuh Italia

News | 26 March 2020
Mencari Awal Mula “Bom Biologis” yang Membunuh Italia
Petugas kesehatan sedang merawat pasien di sebuah rumah sakit di Brescia (Foto: EPA)

Italia sudah melampaui China sebagai negara dengan dampak virus Corona paling parah. Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia terus bertambah. Seperti dikutip YUKK dari Channel News Asia, Kamis (26/3) pagi, jumlah korban jiwa telah mencapai 7.503 orang.

Wilayah yang paling parah adalah wilayah utara. Tepatnya di Lombardy. Di situ, lebih dari 30.000 orang menjadi korban keganasan virus Corona.

Mengapa Italia menjadi begitu parah? Mengapa Lombardy menjadi begitu menakutkan dengan banyaknya korban jiwa? Inilah pertanyaan sebagian besar orang Italia. Dan sebagian menduga bahwa malapetaka itu dimulai pada Februari lalu. Tepatnya pada 20 Februari.

Mencari Awal Mula “Bom Biologis” yang Membunuh Italia
Pertandingan Atalanta vs Valencia (Foto: Getty Images)

Pada tanggal itu, terjadi pertandingan sepak bola antara Atalanta dengan Valencia dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019/2020. Pertandingan digelar di San Siro, Milan. Ribuan pendukung klub dari kota Bergamo itu memenuhi stadion. Kehadiran mereka membuat Atalanta berhasil membungkam klub dari Spanyol itu dengan skor 4-1.

Pada awal Maret, tepatnya pada tanggal 11 Maret, giliran Atalanta yang bertandang ke Stadion Mestalla, markas Valencia. Kembali klub dari Bergamo itu menang 4-3 atas klub berjulukan Kelelawar Hitam. Mereka lolos ke babak perempatfinal dengan agregat 8-4.

Mencari Awal Mula “Bom Biologis” yang Membunuh Italia
(Foto: Getty Images)

Atalanta riang bukan kepalang. Ini adalah sebuah sejarah bahwa akhirnya mereka bisa menginjak babak perempatfinal liga paling bergengsi sejagat itu. Sebuah kebanggaan dan prestise.

Pada saat yang sama, Bergamo berduka begitu dalam. Mengapa? Tidak lama setelah dua pertandingan itu, begitu banyak warga Bergamo yang terinfeksi virus Corona. Bahkan kiper Atalanta, Marco Sportiello, dinyatakan positif Covid-19.

Wali Kota Bergamo, Giorgio Gori, merasa bahwa laga Atalanta vs Valencia di Milan punya andil besar atas penyebaran virus Corona di Italia. Pasalnya, kasus pertama di Italia muncul selang tiga hari setelah duel itu.

“Pertandingan itu adalah bom biologis. Pada saat itu, kami tidak tahu apa yang terjadi. Pasien pertama di Italia pada 23 Februari,” kata Gori seperti dilansir Marca.

Mencari Awal Mula “Bom Biologis” yang Membunuh Italia
(Foto: Reuters)

Besar kemungkinan bahwa sebelum laga itu, virus Corona sudah ada dan menyebar di Italia. Namun, potensi penyebaran terbesar sangat mungkin terjadi dalam laga itu.

“Jika virusnya sudah beredar (sebelumnya), 40.000 suporter yang pergi ke San Siro berpotensi terinfeksi. Tidak ada yang tahu bahwa virus itu sudah beredar di antara kita,” sambungnya.

Mencari Awal Mula “Bom Biologis” yang Membunuh Italia
(Foto: Getty Images)

Ia juga mengingatkan bahwa ada tempat lain yang menjadi pusat penularan. Tempat itu tak lain adalah Rumah Sakit Alzano Lombardo di Bergamo.

“Pertandingan itu bukan sepenuhnya sumber masalah karena percikan itu benar-benar di Rumah Sakit Alzano Lombardo, antara pasien dengan pasien, dokter dan perawat yang terinfeksi pneumonia, yang tidak diketahui. Itu adalah pusat utama wabah,” katanya.

Sama seperti Atalanta, tidak lama setelah 2 laga yang sangat menarik itu, Valencia pun terserang virus Corona. Sebanyak 35% anggota tim dinyatakan positif Covid-19. Dan Spanyol masuk dalam daftar negara Eropa dengan dampak Covid-19 paling parah. Yang pertama Italia. Yang kedua Spanyol.

Mencari Awal Mula “Bom Biologis” yang Membunuh Italia
Petugas menyemprot berbagai sudut kota dengan disinfektan (Foto: Getty Images)

Dilansir AFP, Kamis (26/3) pagi, otoritas kesehatan Spanyol mengumumkan 738 kematian baru dalam sehari pada Rabu (25/3) lalu. Dengan demikian, jumlah orang yang meninggal bertambah menjadi 3.434 orang. Jumlah ini sudah melampaui jumlah total korban yang meninggal di China daratan yang sejauh ini mencapai 3.281 orang.

 

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry