Maaf Terakhir Sang Kapten

News | 11 January 2021
Maaf Terakhir Sang Kapten
Ilustrasi pesawat (Foto: Dok. IG/@jokowi)

Kapten Afwan berbeda. Tidak biasanya dia seperti itu. Biasanya dia hanya menyalami istri dan anak-anaknya sebelum terbang. Namun, hari itu, Sabtu (9/1), dia berbeda.

Sebelum meninggalkan kediamannya di Perumahan Bumi Cibinong Endah, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, sang kapten meminta maaf kepada istri dan anak-anaknya.

Maaf Terakhir Sang Kapten
Kapten Afwan (Foto: Twitter)

“Biasanya, kalau mau pergi kerja, itu cuma biasa saja. Hanya salaman dan lain-lain. Kemarin itu beliau minta maaf dulu sama istri dan anak-anak. Nggak tahu apa sebabnya,” ungkap Reza, salah satu keponakan Kapten Afwan, seperti dikutip YUKK dari detikcom.

Tidak hanya meminta maaf, apa yang dilakukan sang kapten beberapa jam sebelum terbang itu pun membuat bingung keluarganya. Pada hari itu, untuk pertama kalinya dalam 15 tahun ini, dia mengenakan baju yang tidak disetrika.

Maaf Terakhir Sang Kapten
Pilot Sriwijaya Air SJ 182, Kapten Afwan, dan Co-Pilot, Diego Enril Mamahit (Foto: ist)

“Biasanya pakaiannya rapi. Kalau kemarin itu pakaiannya lecek (belum disetrika). Nggak tanya kenapa-kenapanya, ya. Mungkin dikira karena terburu-buru atau apa,” tambah Reza.

Beberapa jam setelah Kapten Afwan meninggalkan rumah, tersiar kabar bahwa Sriwijaya Air yang dipilotinya itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, menuju Pontianak, Kalimantan Barat, pada pukul 14.36 WIB. Empat menit kemudian, pesawat dilaporkan terbang ke arah barat laut, lalu hilang dari radar ATC (Air Traffic Controller). Pesawat itu diketahui jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Maaf Terakhir Sang Kapten
Sriwijaya Air (Foto: Google)

“Pihak sriwijaya sudah menjemput dua anggota keluarga untuk ke bandara. Di sana juga disiapin hotel, tapi bukan anak dan istrinya. Anak dan istrinya ada di sini,” kata Reza.

Selain Kapten Afwan, para kru kabin dan penumpang pun tewas. Tercatat ada 40 orang penumpang dewasa, 7 orang anak, dan 3 orang bayi. Hingga saat ini, proses pencarian para korban masih dilakukan tim SAR.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry