Lantaran Anak Alami Gangguan Kejiwaan, Keluarga Ini Tuntut Instagram

News | 10 June 2022
Lantaran Anak Alami Gangguan Kejiwaan, Keluarga Ini Tuntut Instagram
Alexis Spence (Foto: NBC News)

Dulu, Alexis Spence adalah gadis kecil yang riang, aktif, dan percaya diri. Namun, sejak aktif dalam Instagram, dia berubah. Dia mengalami anoreksia dan punya keinginan untuk bunuh diri. Oleh karena itulah, keluarganya mengajukan tuntutan hukum kepada Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram.

Tuntutan hukum itu sudah dilayangkan melalui pengadilan negeri di Distrik Utara California, Amerika Serikat, Senin (6/6) lalu. Dalam berkas tuntutan itu, keluarga memaparkan bagaimana Alexis mengalami perubahan yang sangat mencolok sejak berusia 11 tahun. Dari gadis kecil yang ceria menjadi remaja pemurung dan ingin bunuh diri.

“Dia bermimpi menjadi seorang dokter hewan. Di sangat aktif mengikuti lomba menyanyi, bermain teater, dan ajang lain untuk mengembangkan dirinya,” bunyi pernyataan dalam berkas tuntutan hukum itu seperti dikutip YUKK dari Daily Mail.

Lantaran Anak Alami Gangguan Kejiwaan, Keluarga Ini Tuntut Instagram
Alexis dan keluarganya (Foto: NBC News)

Keceriaan Alexis sebagai gadis periang itu terekam dalam buku hariannya. Buku itu penuh dengan foto yang memperlihatkan bagaimana ia dan keluarganya menikmati liburan bersama. Di situ bisa dilihat dengan jelas juga betapa bahagianya Alexis.

Pada 2012 lalu, pada usia 10 tahun, Alexis mendapatkan sebuah tablet sebagai hadiah Natal. Gawai itu ia gunakan untuk main gim dalam jaringan. Namanya Webkinz.

 Perubahan Alexis mulai terlihat setahun setelah ia menggunakan tablet itu. Dia diejek teman-temannya lantaran belum punya akun Instagram.

 “Teman-temannya mengatakan kepadanya bahwa dia harus punya akun dan bahwa dia bisa punya akun hanya jika orang tuanya bilang ‘tidak’,” bunyi pernyataan lainnya.

Lantaran Anak Alami Gangguan Kejiwaan, Keluarga Ini Tuntut Instagram
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Akhirnya, pada usia 11 tahun itu, Alexis membuka akun Instagram pertamanya. Dia menulis, ‘Halo, saya berusia 12 tahun dan saya suka Webkinz.’ Dan dia mulai aktif berselancar dalam media sosial itu.

Tidak lama setelah itu, dia mulai memperlihatkan tanda-tanda depresi. Orang tuanya langsung mencari cara untuk mengatasi masalah itu. Namun, mereka tidak tahu bahwa sang putri sudah mulai sibuk dalam jejaring sosial ketika itu.

Mengapa orang tuanya tidak tahu? Karena Alexis sudah tahu bagaimana menyembunyikan ikon media sosial itu, sehingga orang tuanya tidak curiga. Dia mengunduh sebuah aplikasi yang membuat ikon Instagram tampak seperti sebuah kalkulator. Dia juga mencari tahu cara untuk mendapatkan kata sandi orang tuanya agar bisa menonaktifkan fitur “parental block”.

Lantaran Anak Alami Gangguan Kejiwaan, Keluarga Ini Tuntut Instagram
Lukisan Alexis (Foto: NBC News)

Pada Mei 2014, dia membuka akun keduanya. Kali ini, dia menggunakan alamat e-mail lain. Lantaran tidak bisa mengakses kotak masuk e-mail itu, dia tetap saja bisa menggunakan akun keduanya itu.

Ketika akhirnya diberikan sebuah telepon genggam oleh orang tuanya, gadis itu merengek minta dibelikan telepon pintar. Dan mereka membelikannya telepon pintar itu. Ke dalam telepon itu mereka memasang fitur kontrol orang tua dan melarangnya membawa telepon ke dalam kamar pada malam hari. Namun, itu semua tidak berhasil karena putri mereka itu tahu bagaimana menjebol fitur itu.

Perubahan Alexis makin terlihat beberapa bulan kemudian setelah memiliki telepon pintar. Dia makin tertekan. Pada suatu hari, dia menggambar dirinya sedang menangis di pojok kamar dengan kata-kata negatif: bodoh, jelek, gemuk, dan bunuh diri saja.

Lantaran Anak Alami Gangguan Kejiwaan, Keluarga Ini Tuntut Instagram
Unggahan Alexis dalam Instagram-nya (Foto: NBC News)

Selain itu, karena tekanan yang besar, dia mulai kehilangan berat badan. Rupanya dia mengalami anoreksi. Dia diketahui menyimpan foto-foto model anoreksi sebagai motivasinya. Setiap kali rasa lapar muncul, dia melihat foto-foto itu. Karena hal itu, dia sempat dirawat di rumah sakit selama 10 hari.

Tidak tahan lagi menghadapi perubahan Alexis, keluarga menempuh jalur hukum. Tuntutan yang dilayangkan atas nama Pusat Hukum Korban Media Sosial itu menuduh Meta telah memprogram dan mengoperasikan produknya untuk memprioritaskan engagement ketimbang keamanan pengguna. Dan Alexis adalah salah satu korbannya.

Lantaran Anak Alami Gangguan Kejiwaan, Keluarga Ini Tuntut Instagram
Alexis dan ibunya, Kathleen (Foto: NBC News)

“Alexis menderita kerusakan emosional, fisik, dan finansial karena hal tersebut. Begitu pula orangtuanya. Semakin sering Alexis mengakses dan mengunakan produk media sosial Instagram, semakin parah kondisi kesehatan mental dan fisiknya, termasuk gangguan makan dan pikiran-pikiran untuk bunuh diri yang mengancam nyawa,” bunyi pernyataan dalam berkas tuntutan.

Saat ini, kasus itu masih bergulir. Namun, pihak Meta belum memberikan klarifikasi.

 

#YUKKpakeYUKK

 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry