Laki-Laki Ini Alami Sensasi Aneh di Anusnya karena Covid-19

News | 4 October 2021
Laki-Laki Ini Alami Sensasi Aneh di Anusnya karena Covid-19
Ilustrasi (Foto: AP Images)

Banyak laporan medis terkait kondisi pasien yang baru sembuh dari Covid-19. Terbaru adalah kondisi misterius yang dialami seorang lelaki di Jepang. Dia mengalami restless anal syndrome atau sindrom anal gelisah. Sindrom ini mirip dengan restless legs syndrome (RLS).

Kondisi ini dialami pria berusia 77 tahun yang baru saja keluar dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran Tokyo. Selama 21 hari, dia dirawat di rumah sakit itu setelah terinfeksi virus Corona. Selama itu, dia mengalami insomnia dan gangguan kecemasan.

Beberapa minggu setelah keluar dari rumah sakit, dia justru mengalami gangguan lain. Dikutip YUKK dari New York Post, lelaki itu merasa tidak nyaman pada anusnya. Tepatnya di antara anus dan alat kelaminnya.

 Anusnya karena Covid-19
Ilustrasi (Foto: Imago-Images)

Kepada dokter, lelaki itu mengatakan bahwa gangguan itu membuat dia merasa ingin buang air besar dan dorongan untuk terus bergerak. Namun, setelah buang air besar, gangguan itu tidak hilang. Justru semakin memburuk pada malam hari atau ketika dia tidur atau beristirahat. Baru ketika dia berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, gangguan itu sedikit berkurang.

Itaru Nakamura, Takao Itoi, dan Takeshi Inoue dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran Tokyo langsung melakukan pemeriksaan. Lewat prosedur kolonoskopi diketahui bahwa lelaki yang tidak disebutkan namanya itu menderita wasir. Namun, hasil pemeriksaan itu sama sekali tidak menjawab penyebab rasa tidak nyaman yang dia alami.

Pada saat itulah, Nakamura dan timnya mendiagnosis gangguan itu dengan restless anal syndrome. Sebuah gejala neurologis. Gejala itu mirip restless leg syndrome (RLS) yang telah terdeteksi pada dua orang pasien yang pulih dari COVID-19.

 Anusnya karena Covid-19
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

“Hubungan antara penyakit (Covid-19) dan RLS belum dipahami. Mungkin ini merupakan kasus sindrom anal gelisah pertama yang didokumentasikan terkait dengan Covid-19,” tulis Dr. Itaru Nakamura, penulis laporan.

Perlu diketahui bahwa RLS atau sindrom kaki gelisah adalah suatu kondisi yang memunculkan dorongan yang tidak terkendali untuk menggerakkan kaki. Biasanya karena sensasi tidak nyaman. Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini biasanya terjadi pada malam hari, baik pada saat duduk maupun berbaring.

Begini Gambaran 3D Virus Corona: Mirip Rambutan dan Aktif Bergerak
Detail bagian protein spike virus Corona yang menginfeksi sel manusia (Foto: Solodovnikov dan Arkhipova via Wikimedia Commons)

Sindrom ini telah dialami sekitar 3 juta orang di Amerika. Gejalanya bisa terjadi pada banyak bagian tubuh. Mulai dari lengan hingga wajah.

Untuk membantu lelaki itu, Dr. Nakamura memberikan obat penenang clonazepam (klonopin). Obat ini membantu mengendurkan otot-otot anusnya. Setelah 10 bulan menjalani perawatan, kondisi lelaki itu mulai membaik.

 

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry