Ladies, Merah Itu Seksi dan Menggoda

Merah itu seksi dan menggoda
(Foto: google)

Pada sebuah sore di London Timur, Inggris. Hayley Quin berjalan-jalan dengan mantel merah kesukaannya. Pakar asmara level internasional itu sedang menguji teorinya: warna merah adalah pintu untuk sebuah kehidupan cinta yang baru.

Sebenarnya teori Hayley tidaklah sangat baru. Teori itu lebih merupakan modifikasi atau reformulasi atas keyakinan primordial bahwa warna merah adalah representasi dari “kesempatan baik untuk menikah atau berkembang biak”. Lihat saja kelakukan babon betina dan simpanse. Mereka selalu memerahkan tubuh mereka ketika memasuki masa ovulasi.

Merah itu seksi dan menggoda
Hayley Quin (Foto: Instagram.com/@hayleyquinnx)

Apa yang didapatkan Hayley dengan mantel merahnya itu? Ia menjadi pusat perhatian. Di sepanjang jalan itu, seperti dilansir kompas.com, perempuan berusia 30 tahun itu dipuji. Banyak lelaki menggodanya. Ada yang meminta nomornya. Sebagian yang lain ingin mencium pipinya. Bahkan ada yang ingin “berhubungan” dengannya.

“Memakai pakaian warna merah cukup mengejutkan. Ini tampaknya berhasil menarik perhatian kaum pria,” kata perempuan yang selalu tampil dalam The Telegraph, BBC, ITV, dan Channel 4 untuk memberikan trik dan strategi kepada pasangan untuk berkencan atau menguatkan cinta mereka itu.

Merah itu seksi dan menggoda
Hayley Quinn (Foto: Instagram.com/@hayleyquinnx)

Respons lelaki terhadap penampilannya yang berbeda itu pun terlihat juga dalam dunia maya. Dalam salah satu akun media sosialnya, ia mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan betapa ia sangat seksi dengan mantel merahnya itu. Jumlah lelaki yang mengajaknya berkenalan lebih banyak. Jauh lebih banyak ketika ia mengunggah foto yang memperlihatkan ia tampil dengan pakaian berwarna netral dalam akun media sosialnya yang lain.

Dari observasi sederhana itu, ia sampai pada kesimpulan bahwa busana berwarna merah adalah busana yang paling seksi. Busana itu jauh lebih kuat menarik perhatian laki-laki. Oleh karena itulah, ia meminta perempuan yang masih sendiri mengenakan busana berwarna merah untuk menarik perhatian lelaki.

Merah itu seksi dan menggoda
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Sebelum Hayley mengunggah hasil observasi kecilnya itu, para ilmuwan sudah merilis hasil sebuah penelitian tentang seberapa kuatnya pengaruh warna merah dalam kehidupan asmara. Dari penelitian itu, para ahli menyimpulkan bahwa perempuan yang mengenakan busana berwarna merah jauh lebih menarik. Respons laki-laki, seperti dilaporkan peneliti dari University of Rochester, New York, Amerika Serikat, jauh lebih cepat dan jelas.

Kesimpulan tentang cepatnya respons laki-laki terhadap perempuan yang mengenakan busana berwarna merah dibuat para peneliti berdasarkan dua tes yang dilakukan pada dua kelompok laki-laki. Dalam tes pertama, kelompok pertama diperlihatkan sebuah foto seorang perempuan cantik. Perempuan itu mengenakan atasan berwarna merah. Lalu kepada kelompok kedua diperlihatkan foto perempuan yang sama, tapi dengan busana berwarna biru.

Merah itu seksi dan menggoda
Ilustrasi (Foto: google)

Hasilnya? Seperti dimuat dalam European Journal of Social Psychology, respons laki-laki terhadap perempuan berbaju merah jauh lebih banyak. Pertanyaan mereka jauh lebih berani dan menggoda.

Pada tes kedua, kedua kelompok laki-laki itu diberi tahu bahwa mereka akan mendapat kesempatan untuk berbicara dengan wanita itu dalam sebuah ruangan pribadi. Mereka diminta menentukan posisi dan letak kursi wanita itu. Apa yang mereka lakukan? Kursi untuk perempuan berbaju merah itu mereka letakkan dekat dengan kursi mereka sendiri.

Merah itu seksi dan menggoda
Ilustrasi (Foto: walldevil.com)

Para peneliti melihat hal itu sebagai tanda bahwa perempuan yang mengenakan busana berwarna merah jauh lebih menarik. Laki-laki akan lebih suka menatap atau dekat dengan perempuan seperti itu. Warna merah selalu lebih menggoda. Lebih seksi.

 

#YUKKpakeYUKK

 

 

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry