Kisah Adie-Chita: Sebuah Kisah “Cinta Terlarang”

News | 26 August 2021
Kisah Adie-Chita: Sebuah Kisah “Cinta Terlarang”
Chita dan Adie (Foto: ATV via New York Post)

Setiap minggu selama 4 tahun ini, Adie Timmermans mengunjungi Kebun Binatang Antwerp, Belgia. Di situ, dia bertemu dengan Chita. Dari balik kaca pembatas, mereka saling melemparkan ciuman, senyuman, dan lambaian tangan. Lama-kelamaan, tumbuh rasa cinta.

Pihak pengelola kebun binatang khawatir akan “hubungan yang semakin dekat” antara Adie dan Chita. Jika Adie tidak ditegur, Chita akan mendapat masalah besar. Simpanse jantan berusia 38 tahun itu akan diasingkan oleh simpanse lainnya. Dan ini akan membuat dia semakin sulit berkembang.

Kisah Adie-Chita: Sebuah Kisah “Cinta Terlarang”
Chita (Foto: Facebook Antwerp Zoo)

“Ketika Chita terlalu sering dikelilingi oleh pengunjung, binatang lain akan mengasingkannya dan tidak menganggapnya sebagai bagian dari kelompok mereka,” kata Sarah Lafaut, seorang pengurus Kebun Binatang Antwerp, kepada ATV seperti dikutip YUKK dari Daily Mail.

Demi perkembangan Chita, pihak kebun binatang akhirnya melarang Adie untuk datang ke kandang simpanse. Kalau ternyata dia lewat di situ, dia diminta untuk tidak melihat Chita. Hal ini membuat Adie kecewa.

Kisah Adie-Chita: Sebuah Kisah “Cinta Terlarang”
Chita dan Adie (Foto: ATV via Daily Mail)

“Saya mencintai binatang itu dan dia mencintai saya. Hanya itulah yang saya miliki. Mengapa mereka berusaha merampasnya?” tanyanya sambil menyeka air matanya.

Pihak pengelola kebun binatang bergeming. Melarang Adie mengunjungi Chita adalah cara terbaik yang mereka lakukan untuk membuat Chita tidak diasingkan oleh simpanse lainnya. Pasalnya, di luar jam kunjungan itu, primata itu akan menyendiri selama 15 jam sehari lantaran simpanse lain tidak mau dia bergabung dengan kelompok mereka.

Kisah Adie-Chita: Sebuah Kisah “Cinta Terlarang”
Sarah Lafaut (Foto: ATV via Daily Mail)

“Binatang yang terlalu fokus pada manusia kurang dihargai kelompoknya. Dan kami ingin Chita menjadi seperti simpanse yang sebenarnya,” sambung Sarah.

Membuat Chita bisa tumbuh menjadi seperti simpanse lainnya memang bukanlah hal mudah untuk para pengelola kebun binatang itu. Sebelum diserahkan kepada kebun binatang itu, Chita sebenarnya adalah hewan peliharaan seseorang. Ketika tumbuh besar, dia menjadi sulit diatur, sehingga sang pemilik menyerahkannya kepada kebun binatang.

Kisah Adie-Chita: Sebuah Kisah “Cinta Terlarang”
Adie menangis karena dilarang mengunjungi Chita (Foto: ATV via Daily Mail)

Di kebun binatang itu, Chita ternyata tidak mudah bergaul dengan simpanse lainnya. Pada 2008 lalu, dia mengalami luka parah setelah berkelahi dengan simpanse jantan lainnya. Oleh karena itulah, para pengelola Kebun Binatang Antwerp merasa bahwa melarang Adie bertemu dengan Chita adalah cara terbaik untuk membuat Chita bisa diterima kelompoknya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry