Kata Peneliti: Pelanggaran Prokes Masif Memicu Varian Baru

Kata Peneliti: Pelanggaran Prokes Masif Memicu Varian Baru
Ilustrasi (Foto: Antara)

Dari hari ke hari, jumlah penambahan kasus baru di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Kamis (8/7) lalu, Indonesia mengonfirmasi 38.391 kasus baru dan 852 kasus kematian Covid-19. Hal ini membuat Indonesia masuk dalam daftar negara dengan jumlah kasus harian Covid-19 terbanyak di dunia.

Menurut Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr. Gunadi, PhD., SpBA, munculnya Variant of Interest dan Variant of Concern (VoC) Covid-19 ini dipengaruhi perilaku manusia sebagai inangnya.

“Pelanggaran prokes, tidak divaksinasi, interaksi sosial yang sangat masif merupakan sarana kemunculan varian baru,” katanya seperti dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19, Jumat (9/7).

Kata Peneliti: Pelanggaran Prokes Masif Memicu Varian Baru
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Varian Delta disebut-sebut sebagai pemicu lonjakan kasus baru ini. Berdasarkan genome sequencing, varian Delta saat ini menguasai 17,7% varian yang bertransmisi di Indonesia. Sedangkan varian Alpha dan Beta hanya di bawah 2%.

“Jadi, jelas eskalasi kasus Covid-19 di Indonesia dipicu oleh varian Delta,” imbuhnya.

Saat ini, menurut Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, MKM, kasus Covid-19 di DKI Jakarta ibarat fenomena gunung es.

“Berdasarkan Infection Fatality Rate yang mencapai 0,5-1%, kemungkinan ada 1,1—2,3 juta orang telah terpapar Covid-19 di DKI Jakarta. Berdasarkan pengujian genome sequencing, sekitar 3.000 sampel di DKI Jakarta, 11% di antaranya variant of concern, termasuk dalam hal ini varian Delta,” jelasnya.

Kata Peneliti: Pelanggaran Prokes Masif Memicu Varian Baru
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Untuk melawan varian baru ini, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah vaksinasi Covid-19. Riset terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan efikasi vaksin dapat mencegah timbulnya gejala dan mencegah rawat inap di rumah sakit hingga lebih dari 90%. Oleh karena itu, Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, dr. Siti Nadia, mengimbau masyarakat yang sudah mendapatkan undangan atau melakukan pendaftaran online untuk tetap mendatangi sentra vaksinasi.

“Selama PPKM Darurat, fasyankes atau sentra vaksinasi tetap buka dan layani vaksinasi. Kunci utama saat datangi pos vaksinasi adalah protokol kesehatan (prokes) yang ketat, hindari kerumunan. Usai vaksinasi, sebaiknya masyarakat langsung pulang ke rumah,” katanya.

Kata Peneliti: Pelanggaran Prokes Masif Memicu Varian Baru
(Foto: Okezone)

Hingga saat ini, Indonesia telah berhasil memvaksinasi 32,3 juta dosis pertama dan 14 juta dosis kedua dari target sasaran vaksinasi nasional sebanyak 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

“Vaksinasi efektif melawan varian virus Covid-19 yang bermutasi. Vaksinasi termasuk ikhtiar mencegah tertular variant of concern. Tidak perlu pilih-pilih vaksin karena semua vaksin yang disetujui di Indonesia aman, halal, dan berkualitas,” katanya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry