Karena Badannya Kecil, Perempuan Ini Dikira Anak Kecil yang Nikah Muda

News | 20 May 2022
Karena Badannya Kecil, Perempuan Ini Dikira Anak Kecil yang Nikah Muda
Lyndsey dan keluarga kecilnya (Foto: dok. pribadi via Techno Trenz)

Badannya kecil. Tinggi badannya hanya 147 cm. Sekilas dia memang tampak seperti seorang anak berusia 9 tahun. Sehingga ketika dia hamil, banyak orang kaget. Bagaimana mungkin seorang anak kecil bisa hamil?

Tidak sekali-dua kali Lyndsey Ashton melihat orang mengernyitkan dahi ketika bertemu atau berpapasan dengannya. Bahkan dia dan suaminya, Jonathan Ashton, mendengar secara langsung bagaimana beberapa orang menggunjingkannya.

“Aneh sekali! Kenapa kamu gendong anak?” telisik seorang lelaki yang mendekatinya ketika dia dan suaminya sedang menikmati waktu berdua di sebuah taman.

“Apakah anak kecil itu hamil?” tanya lelaki lainnya dengan tatapan sinis seperti dikutip YUKK dari Techno Trenz.

Lyndsey dan keluarga kecilnya
Lyndsey ketika masih kecil (Foto: dok. pribadi via Techno Trenz)

Sudah sering dia mengatakan bahwa dia adalah seorang perempuan dewasa. Usianya sudah 22 tahun. Namun, tetap saja orang tidak percaya. Mereka mengganggap bahwa perempuan dari Okehampton, Devon, Inggris, ini berbohong.

“Aku sering kali dibilang anak 9 tahun dan berpura-pura menjadi orang dewasa. Aku disangka anak SD dan tidak bisa membeli alkohol tanpa memperlihatkan KTP-ku,” keluhnya seperti dikutip dari The Sun.

Pertanyaan-pertanyaan sinis seperti itu pun muncul dalam akun media sosialnya. Apakah Anda anak kecil? Jangan-jangan Anda berbohong.

Lyndsey lagi dan lagi menjelaskan apa yang menimpanya, sehingga pertumbuhannya tidak berjalan seperti perempuan seusianya. Ketika dia berusia 5 tahun, dia didiagnosa mengidap rhabdomyosarcoma, sejenis kanker langka yang terbentuk di jaringan lunak, terutama jaringan otot rangka. Kanker ini menyerang siapa saja, tapi paling sering menyerang anak-anak. Biasanya kanker ini muncul di beberapa area di tubuh seperti kepala, leher, sistem kemih, sistem reproduksi (vagina, rahim, dan testis), tangan, dan kaki.

Lyndsey dan keluarga kecilnya
(Foto: dok. pribadi via Techno Trenz)

“Ketika saya tidak bisa membuka mata seperti biasanya, dokter spesialis di Rumah Sakit Anak Bristol menemukan sebuah tumor yang tumbuh di kelenjar pituitari di belakang mata sebelah kananku. Tumor ini membesar dan mempengerahui otakku,” ungkapnya.

Operasi untuk mengangkat kanker itu berhasil. Namun, pandangannya tidak kembali normal dengan cepat. Tambahan lagi, hormon kelenjar pituitarinya pun rusak. Efeknya adalah pertumbuhannya terhenti. Ketika anak seusianya bertumbuh dengan cepat, dia begitu-begitu saja. Ketika yang lain sudah remaja, dia tetap seperti anak berusia 9 tahun.

Lyndsey dan keluarga kecilnya
Lindsey dan Jonathan (Foto: dok. pribadi via Techno Trenz)

“Karena efek terhadap hormon itu, saya diberi tahu bahwa kemungkinan saya untuk bisa hamil secara alami sangat kecil. Mereka bahkan memprediksi saya akan mulai menopaus pada usia 20-an tahun,” paparnya.

Itu kabar yang menyakitkan untuknya. Seketika dia merasa bahwa hidupnya tidak berarti. Ketika beranjak remaja, dia makin khawatir bahwa dia tidak akan bisa bertemu dengan lelaki yang mau menerima keadaannya apa adanya; lelaki yang memperlakukannya sebagai seorang remaja dan bukan anak kecil.

Lyndsey dan keluarga kecilnya
(Foto: dok. pribadi via Techno Trenz)

Kekhawatirannya itu berubah pada Mei 2016 lalu ketika dia berusia 16 tahun. Saat itu, dia bertemu dengan Jonathan. Lelaki itu bekerja di garasi ayahnya. Dia juga bekerja di situ sebagai tenaga administratif sepulangnya dari sekolah. Perbedaan usia mereka 5 tahun.

Setelah sebulan berpacaran, mereka memutuskan untuk hidup bersama. Pada 2018, mereka membeli sebuah flat. Dua tahun kemudian, Jonathan melamarnya. Pada akhir tahun itu, dia hamil. Saat ini, dia tengah menikmati perannya sebagai ibu dari seorang bayi laki-laki berusia 10 bulan bernama Flynn.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry