Kalau Kamu Sering Mencium Bau Ini, Bisa Jadi Kolesterolmu Tinggi

Kalau Kamu Sering Mencium Bau Ini, Bisa Jadi Kolesterolmu Tinggi
Ilustrasi (Foto: Crello)

Tubuh membutuhkan kolesterol. Zat berupa lemak itu punya banyak manfaat untuk tubuh, antara lain, sebagai bahan dasar pembentuk struktur membran (dinding) setiap sel, sebagai komponen utama pada sel otak dan saraf, sebagai pembentuk hormon penting seperti hormon progesteron, testosteron, dan estrogen, dan sebagai bahan dasar pembentuk asam empedu. Namun, kadarnya harus pas. Tidak boleh berlebihan.

Apa yang terjadi jika kadar kolesterol dalam darah terlalu banyak atau berlebihan? Akan muncul banyak penyakit serius. Salah satunya adalah serangan jantung.

Kalau Kamu Sering Mencium Bau Ini, Bisa Jadi Kolesterolmu Tinggi
Ilustrasi (Foto: Crello)

Bagaimana mendeteksi bahwa seseorang mengalami kelebihan kolesterol dalam darahnya? Ada banyak tanda yang bisa diperhatikan. Salah satunya adalah orang itu mencium bau yang sebenarnya tidak ada. Hal ini disebut phantom odour perception.

Hubungan antara phantom odour perception dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah diungkapkan lewat sebuah penelitian para ilmuwan beberapa waktu lalu. Dalam penelitian yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Laryngoscope pada 2020 lalu itu, seperti dikutip YUKK dari National World, tim ilmuwan menggunakan data 7.417 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas dari National Health Nutrition Examination Survey yang didapatkan pada periode 2011-2014. Data yang dimaksud adalah kondisi vaskular, termasuk riwayat stroke, dan kadar total kolesterol.

Kalau Kamu Sering Mencium Bau Ini, Bisa Jadi Kolesterolmu Tinggi
Ilustrasi (Foto: Crello)

Dari penelitian itu diketahui bahwa setidaknya ada tiga bau, yang sebenarnya tidak ada, tapi kerap dicium oleh orang yang mengalami phantom odour perception. Ketiga bau itu adalah bau tidak sedap, bau terbakar, dan bau busuk.

Selain itu, phantom odour perception juga berkaitan dengan beberapa masalah kesehatan serius lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Penderita stroke memiliki kemungkinan 76% lebih mengalami phantom odour perception.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry