Jejak-Jejak Penyakit Bondan Winarno

Jejak-Jejak Penyakit Bondan Winarno
(Foto: google)

Bondan Winarno meninggal pada usia 67 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu (29/11) pagi. Ia meninggal dunia karena menderita gagal jantung. Sebelum dikremasi, jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

Kepergian Bondan merupakan sebuah kehilangan besar untuk Indonesia. Lelaki kelahiran Surabaya 29 April 1950, itu adalah seorang pakar kuliner. Ia punya andil yang besar dalam upaya pelestarian kuliner di tanah air. Melalui program Wisata Kuliner yang ditayangkan oleh Trans TV, ia menunjukkan kepada banyak orang betapa beragam dan khasnya kuliner di Indonesia.

Melihat berbagai sumbangsihnya, wajar bahwa banyak orang merasa sedih. Kepergian mantan Sekjen Interntional Advertising Association (1978) ini dirasa terlalu cepat. Sangat mendadak. Yang mereka tahu hanyalah bahwa ia sakit.

Baca artikel sebelumnya : Akhir Jalan Bondan Winarno, Si Bapak “Maknyus”

Komplikasi
Bondan meninggal dunia setelah 2 kali menjalani operasi jantung. Operasi pertama dilakukan pada September lalu. “Operasi pertama sekitar bulan September lalu. Kemudian selesai dan dipulangkan,” kata Anwar, Humas RS Harapan Kita, seperti dilansir kompas.com.

Jejak-Jejak Penyakit Bondan Winarno
(Foto: google)

Minggu lalu, Bondan kembali masuk rumah sakit. Kembali ia menjalani operasi jantung. Namun, setelah operasi yang berlangsung pada Kamis (23/11) lalu itu, terjadi komplikasi.

“Nah, di operasi yang kedua ini ternyata ada komplikasi. Dari komplikasi itu ada bakteri yang menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. Yang tahu sebatas itu. Dan ayah saya sudah berusaha dirawat oleh tim dokter dari Harapan kita,” kata Eliseo, putra Bondan, di Rumah Duka Harapan Kita, seperti dilansir detik.com.

Setelah sempat dirawat di ruangan ICU sesudah operasi kedua itu, Bondan akhirnya menutup mata untuk selama-lamanya. Sebelum menjalani operasi jantung di RS Harapan Kita, Bondan rupanya menjalani medical check-up di sebuah rumah sakit di Malaysia.

Sejak 2005

Jejak-Jejak Penyakit Bondan Winarno
(Foto: Instagram.com/ @maknyusbw)

Bondan diketahui menderita penyakit jantung sejak 12 tahun lalu. Ia merasakan gejala-gejala penyakit itu dalam perjalanan dari Singapura ke Jakarta. Hal itu diungkapkannya melalui sebuah tulisan yang tersebar di media sosial.

“Tahun 2005, dalam penerbangan SIN-JKT (Singapura-Jakarta), saya merasakan ujung-ujung jari tangan kanan saya ba’al alias kesemutan,” tulisnya seperti yang dikutip detik.com

Segera setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, ia disarankan dr. Sindhiarta Mulya untuk segera pergi ke rumah sakit. Ia disarankan untuk menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Karena waktu itu saya masih tinggal di Bintaro, saya langsung ke RS Premier Bintaro. Eh, ternyata dr. Sindhi sudah menunggu saya di sana. Setelah MRI, saya disarankan observasi di RSP Bintaro selama 3 hari,” tulisnya.

Dari pemeriksaan itu, dokter mengambil kesimpulan bahwa Bondan menderita cardiologist strongly suspected atau penyumbatan arteri jantung.

“Saya harus menjalani kateterisasi sesegera mungkin. In contrary, neurologist di RS yang sama mengatakan bahwa yang saya alami sama sekali bukanlah penyakit jantung,” sambungnya.

Jejak-Jejak Penyakit Bondan Winarno
(Foto: google)

Ia sempat memeriksakan diri di RS Pondok Indah untuk mencari second opinion. Sama seperti sebelumnya, kardiolog mengatakan bahwa ia harus segera menjalani kateterisasi. Dan sama seperti sebelumnya, neurolog di rumah sakit yang sama mengatakan bahwa yang ia alami bukanlah penyakit jantung.

“Dalam kebimbangan, saya tidak menjalani kateterisasi. Saya hanya minum Plavix (pil pengencer darah) untuk menghindari penyumbatan arteri,” tambahnya.

Dua belas tahun kemudian, pada bulan Oktober lalu, Bondan menulis lagi tentang apa yang sedang dialaminya melalui akun Twitter-nya.  Ternyata yang ia derita tidak hanya aneurisma, tetapi masih ada masalah serius lain.

“Tks Dr. dr. Iwan Dakota, SpJP RS Harapan Kita yang dgn stetoskopnya mendiagnosa bhw saya tak hanya menderita aneurisma, tp juga katup aorta,” tulisnya dalam akun Twitter-nya.

Keluarga ikhlas

Jejak-Jejak Penyakit Bondan Winarno
(Foto: bintang.com)

Setelah menjalani dua kali operasi jantung, Bondan meninggal dunia. Ia pergi meninggalkan istrinya, Yvonee, dan tiga orang anak, yaitu Gwendolin Amalia Winarno, Marisol Winarno, dan Eliseo Winarno.

Kepergian Bondan menyisahkan duka yang dalam pada istri dan anak-anaknya. Namun, mereka berusaha untuk menerima kenyataan itu dengan hati yang ikhlas. Mungkin ini memang jalan terbaik Tuhan.

“Sangat berduka, tapi Ibu saya sudah relakan dan sangat siap. Saat dokter mengatakan sudah sulit bertahan, dia (Yvonne) bilang sudah merelakan,” kata Eliseo.

Sesuai dengan rencana, jenazah Bondan akan dikremasi. Mendiang, ketika masih hidup, memang pernah mengutarakan keinginannya untuk dikremasi. “Sesuai kehendaknya. Dia ingin dikremasi. Jadi, kita akan kremasi,” sambung Elisio seperti dilansir detik.com.

Selamat jalan, Pak Bondan!

Baca juga : Ternyata Bondan Menyembunyikan Sebuah Rahasia Besar

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry