Inilah Efek Gas Air Mata Terhadap Kesehatan

Efek gas air mata terhadap kesehatan
Polisi tembakkan gas air mata untuk bubarkan massa (Foto: Kontan)

Aksi damai di depan Kantor Bawaslu RI sejak Selasa (21/5) berakhir dengan kerusuhan. Massa melempari polisi dengan batu dan merusakkan sejumlah sarana. Untuk membubarkan massa yang mulai melakukan aksi brutal itu, aparat polisi menembakkan gas air mata.

Massa memang sempat mundur setelah gas air mata beberapa kali ditembakkan. Pasalnya, gas air mata itu menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sensasi terbakar dan perih. Mata akan berair, bengkak, dan bahkan sulit untuk dibuka.

Menurut dr. Novia Rahayu, seorang ahli penyakit mata, gas air mata mengandung chlorobenzylidene melono-nitrile (CS). Bentuknya serupa serbuk yang dimasukkan ke dalam aerosol lalu disemprotkan.

Efek gas air mata terhadap kesehatan
Polisi halau massa di Tanah Abang dengan gas air mata (Foto: Liputan6.com)

“Sehingga terjadi bentukan seperti asap dengan kandungan partikel CS,” katanya seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Gas air mata akan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sensasi terbakar, perih, berair, bengkak, hingga kesulitan membuka mata.
Meskipun demikian, zat gas air mata tidak akan menimbulkan kerusakan jaringan. Pasalnya, zat merupakan iritan yang tidak bersifat asam. Sejauh ini belum ada laporan yang mencatat gangguan fungsi penglihatan akibat gas air mata.

Segera setelah ditembakkan, gas air mata itu akan langsung memberikan efek. Sementara mereka yang berada di wilayah berdekatan dengan jangkauan asap akan mulai merasa perih pada mata selang 10—30 menit kemudian.

Efek gas air mata terhadap kesehatan
Pengendara sepeda motor mengoleskan pasta gigi untuk mengurangi rasa perih (Foto: Suara.com)

Dampak pada Paru-paru
Selain mata, sebenarnya gas air mata ini berpengaruh terhadap bagian tubuh yang lain. Bagian tubuh itu adalah selaput bening atau membran mukosa. Termasuk di dalamnya rongga pernapasan pada hidung dan paru.

Menurut dr. Ceva Wicaksono, ahli penyakit paru-paru, gas air mata tak memberikan dampak terlalu lama pada paru.

“Dia (gas air mata) memang tidak ditargetkan untuk mengganggu pernapasan,” katanya.

Beberapa dampak akibat paparan gas air mata adalah peradangan dan sesak napas. Namun, dampak ini tak akan berlangsung dalam waktu lama. Meskipun demikian, dampak ini akan sangat terasa pada orang-orang dengan riwayat penyakit seperti alergi dan asma.

“Dampak bisa menetap. Asmanya kambuh,” imbuhnya.

Efek gas air mata terhadap kesehatan
Ilustrasi asma (Foto: Shutterstock)

Dampak ini terjadi akibat lendir yang ada di dalam jaringan membran mukosa. Saat gas masuk ke dalam, daerah itu akan mengering.

“Begitu pula dengan saluran napas. Bisa meradang,” katanya.

Lalu bagaimana mengatasi dampak ini? Menurut dr. Ceva, cara untuk mengatasinya adalah dengan memberikan oksigen untuk memenuhi kebutuhan pernapasan.

“Tujuannya untuk menghilangkan efeknya,” katanya.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry