Inilah 10 Sneaker Legendaris (1)

10 Sneaker Legendaris
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sneaker. Sepatu jenis ini punya sejarah yang amat panjang untuk menjadi “sepatu sejuta” umat. Sepatu ini, sejak tahun 1950-an, dianggap sebagai simbol modernisasi.

Sejarah sepatu ini dimulai pada abad ke-18. Di Inggris, pada masa itu, sepatu olahraga disebut dengan nama plimsolls. Sepatu ini tidak memiliki sisi kanan atau kiri.

Pada tahun 1892, US Rubber Company menciptakan sepatu dari bahan karet dan kanvas. Sepatu yang lebih nyaman ini disebut keds. Juga disebut sneakers karena tidak berisik saat digunakan untuk berjalan, sehingga pemakainya bisa mengendap-endap di belakang seseorang (sneaking).

Baru pada era 50-an, sneakers mulai dilirik sebagai bagian dari mode. Kini, sepatu ini tidak hanya dikenal sebagai sepatu olahraga, tetapi juga simbol modernisasi. Berikut ini 10 sneaker paling legendaris sepanjang masa seperti dilansir kompas.com.

Nike Air Jordan 1

10 Sneaker Legendaris
(Foto: Amazon.com)

Jordan selalu merilis sepatu pada hari Sabtu, agar anak-anak tidak bolos sekolah dan bisa mendapatkan sepatu terbaru mereka. Air Jordan 1 dirancang oleh orang yang juga merancang logo Three Bars untuk Adidas, Peter Moore. Dulu, Michael Jordan berharap dikontrak Adidas. Ketika Nike mengontraknya, ia menganggap ini sebagai sebuah penurunan.

Pada tahun 1984, Nike belum sepopuler Converse dan Adidas dalam olahraga basket. Namun, label ini mengambil keputusan penting dengan menggandeng Michael Jordan yang ketika itu masih dianggap sebagai pemain baru di NBA (National Basketball Association). Nike mengontrak pemain Chicago Bulls itu dengan nilai sebesar US$2,5 juta atau setara dengan Rp32 miliar untuk bermain basket dengan sepatu Air Jordan 1.

10 Sneaker Legendaris
Michael Jordan dengan sepatunya (Foto: Sneaker Freaker)

Itu adalah keputusan yang berani dengan dampak yang luar biasa besar. Ketika itu, dalam pertandingan melawan Celtics, Jordan mencetak 63 poin seorang diri. Dan pencapaian itu pun membuat nama Jordan dan Nike membumbung tinggi. Setiap kali bermain basket, Jordan pasti memakai Air Jordan 1.

Masalahnya adalah sepatu itu berwarna merah dan hitam dengan logo bola basket dan sayap. Padahal anggota tim Chicago Bulls lainnya memakai sepatu hitam. Dan karena hal itu, Nike harus membayar denda sebesar US$5.000 atau setara dengan Rp65 juta setiap kali Jordan bertanding dengan Air Jordan 1.

10 Sneaker Legendaris
Michael Jordan bertanding dengan Nike Air Jordan 1 (Foto: Pinterest)

Menariknya adalah “hukuman” ini justru menjadi anugerah tersendiri. Nike membuat iklan untuk mempromosikan Air Jordan 1 sebagai “sepatu terlarang”. Dan iklan itu membuat Air Jordan 1 laris manis di pasar.

Adidas Stan Smith

10 Sneaker Legendaris
(Foto: Istimewa)

Sneaker ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1963. Sepatu ini dibuat oleh Holest Dassler, putra dari Adolf “Adi” Dassler, pendiri Adidas. Dibuat sebagai sepatu untuk para pemain tenis. Itulah mengapa Adidas menggandeng Robbert Haillet, seorang petenis terkenal pada masa itu. Hingga tahun 1965, sepatu itu dikenal dengan nama Sneakers Robbert Haillet.

Masalahnya adalah Haillet pensiun. Itu berarti bahwa Adidas harus segera mencari pengganti Haillet. Dan pilihan mereka jatuh pada Stan Smith yang ketika itu dianggap sebagai atlet paling menjanjikan.

10 Sneaker Legendaris
Robert Haillet (Foto: Cult Edge)

Dan terjadilah demikian. Pada tahun 1971, sepatu ini kembali diluncurkan. Kali ini dengan nama Stan Smith. Penampilannya pun baru: warna putih dengan bahan kulit melingkupi bagian atas hingga tali sepatu.

Untuk menegaskan identitasnya, Stan Smith menulis namanya pada lidah sepatu. Pada tahun 1990, sneaker ini kembali memperbaharui dirinya. Tidak ada lagi tali. Kali ini sepatu dilengkapi dengan strap, sehingga lebih praktis.

10 Sneaker Legendaris
Stan Smith dengan sepatunya (Foto: Istimewa)

Perlu diketahui bahwa Stan Smith lebih memilih warna biru daripada hijau. Ia merasa bahwa warna biru akan lebih populer. Pada tahun 1988, Adidas tercatat dalam Guinnes Book of World Record karena berhasil menjual 22 juta pasang sepatu Stan Smith. Dan Stan Smith adalah sepatu tenis pertama di dunia dengan kulit sebagai bahan utamanya.

Converse All Star

10 Sneaker Legendaris
(Foto: Istimewa)

Inilah sneaker tertua. Chuck Taylor All Stars ini diluncurkan pada tahun 1917. Hingga saat ini, sepatu ini masih dicari orang.

Pada awalnya, sneaker ini dirancang berwarna cokelat dan aksen garis berwarna hitam ini dibuat hanya untuk para pemain basket. Sepatu bersol karet tebal dan desain yang tinggi hingga menutupi mata kaki ini tercatat sebagai sepatu pertama yang diproduksi secara massal untuk para pemain basket di Amerika Utara pada tahun 1920. Bahannya adalah kanvas dan kulit.

10 Sneaker Legendaris
Chuck Taylor (Foto: historyofconverse.weebly.com)

Yang kemudian menjadi masala adalah sepatu ini tidak begitu laku. Baru ketika Charles “Chuck” H Taylor mempromosikannya, sepatu ini menjadi terkenal. Taylor adalah penggemar sepatu ini. Dan dia bekerja pada divisi penjualan Converse. Dia lalu menjadi pemain dan pelatih tim basket Converse All Stars. Sambil mengajar, dia mempromosikan sepatu All Stars. Karena dedikasinya, ia mendapatkan penghargaan untuk menuliskan namanya pada logo Converse sejak tahun 1932. Namun, tidak ada komisi untuknya karena penggunaan namanya pada logo itu.

Chuck Taylor All Stars berwarna putih pertama kali diluncurkan pada tahun 1936. Setelah itu muncul yang berwarna merah dan biru. Baru pada tahun 1936, setelah PD II, Converse Chuck Taylor All Stars Classic diluncurkan dengan warna yang sekarang menjadi sangat ikonik: hitam dan putih.

10 Sneaker Legendaris
Berkat Chuck Taylor. Converse All Star menjadi terkenal (Foto: wbur.org)

Dulu, pada puncak popularitasnya, Chuck Taylor All Stars adalah sepatu yang sangat terkenal dan sangat laris. Sepatu ini dibeli setiap 43 detik. Namun, munculnya Adidas dan Nike mulai menggerus popularitas label ini. Sampai akhirnya pada tahun 2011 lalu, Converse dibeli oleh Nike.

Pada tahun 1989, The Rolling Stones menjadikan Chuck Taylor All Stars sebagai sepatu resmi mereka untuk tur Steel Wheels. Hingga kini, hubungan tersebut masih terus berlanjut.

Reebok Pump

10 Sneaker Legendaris
(Foto: StockX)

Ini adalah sepatu basket paling populer sepanjang masa. Itu karena teknologi Pump yang digunakan. Teknologi ini dianggap mempermudah para pemain basket untuk melompat.

Sneaker ini pertama kali diluncurkan pada 24 November 1989 untuk para pemain tenis. Salah satunya adalah Michael Chang. Pemain ini bahkan pernah menjadi model iklan Pump yang ketika itu dikenal dengan nama Court Victory.

Baru ketika dipakai oleh Dee Brown dari tim Boston Celtics dalam sebuah kontes slam dunk pada tahun 1991 itulah Pump dianggap sebagai sepatu basket. Ketika itu, pemain dengan tinggi badan sekitar 185, 9 cm—yang dianggap pendek dalam dunia basket—itu berhasil membuat orang terperangah. Ia memperlihatkan kemampuannya dan memperagakan teknik ikonisnya: The “No Look” Dunk. Saking tingginya ia melompat, ia dikira terbang. Sehingga setelah pertandingan itu ditayangkan, penjualan Pump meningkat drastis.

10 Sneaker Legendaris
Dee Brown dengan aksi ikoniknya (Foto: Sole Collector)

Reebok sendiri pernah membuat iklan kontroversial menggunakan sepatu Pump dan Nike. Iklan ini mendapatkan protes keras dari para penonton. Akhirnya iklan ini dihentikan.

Lebih dari 4 juta pasang Pump telah terjual dalam 18 bulan sejak diluncurkan. Hal yang sangat mengesankan karena harga jualnya ketika itu berkisar pada US$170 atau setara dengan Rp4,1 juta. Sepatu ini pernah dijadikan bahan guyonan dalam program Saturday Night Live pada tahun 1990 oleh Chris Rock. Dalam guyonan itu, Rock menggunakan Pump untuk memompa seekor ayam kalkun.

Puma Suede

10 Sneaker Legendaris
(Foto: Istimewa)

Puma didirikan oleh Rudolf Dassler setelah berpisah dari saudaranya, Adi Dassler, pendiri Adidas. Perpecahan Dassler bersaudara itu menimbulkan konflik di kota asal mereka. Mengapa? Karena penduduk kota itu menilai orang lain dari sepatu yang dikenakan.

Puma berdiri sejak 1948. Namun, logo macan puma yang sedang melompat baru diperkenalkan pada tahun 1967. Setahun kemudian, Suede diluncurkan. Peluncuran itu dianggap sebagai gebrakan karena ketika itu, industri sneaker didominasi kanvas dan kulit.

10 Sneaker Legendaris
The 1968 Olympic Black Power Salute (Foto: Istimewa)

Pada tahun peluncuran itu, Olimpiade 1968 digelar di Meksiko. Tommy Smith, atlet dari Amerika Serikat, memenangi lomba marathon 200 m. Sementara rekannya, John Carlos, meraih medali perunggu. Medali perak diraih oleh pelari dari Australia bernama Peter Norman.

Ada sebuah aksi menarik yang terjadi dalam prosesi penyerahan medali. Tommy melepaskan Puma Suede dan mengepalkan tinju ke udara ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dikumandangkan. Aksinya diikuti rekannya. Momen itu kemudian dikenal dengan nama “The 1968 Olympic Black Power Salute.”

10 Sneaker Legendaris
(Foto: Istimewa)

Pada tahun 1973, Walt “Clyde” Frazier menjadi duta besar sepatu ini. Pemain basket legendaris itu meminta Puma membuatkannya sepasang Suede yang lebih ringan dan lebar. Dan lahirlah Clyde, salah satu variasi dari Suede. Sepatu itu lalu dicatat sebagai sepatu pertama dalam sejarah yang diberi nama mengikut nama seorang atlet.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry