Ini Mutasi Corona Paling Dominan di Indonesia

Ini Mutasi Corona Paling Dominan di Indonesia
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Beberapa waktu lalu, Jepang melaporkan penemuan mutasi baru virus Corona. Mutasi baru ini mengandung E484K dan diberi nama “Eek”. Mutasi baru ini diyakini mengurangi efektivitas vaksin Covid-19.

Mutasi baru ini dilaporkan sudah masuk ke Indonesia. Ditemukan di Jakarta oleh Lembaga Eijkman pada Februari lalu. Kasus ini diumumkan Kementerian Kesehatan pada Senin (5/4) lalu. Saat ini, pasien dari mutasi baru virus Corona ini sudah sembuh.

Ini Mutasi Corona Paling Dominan di Indonesia
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksin Covid-19, sejauh ini, masih bisa menangkal serangan mutasi baru ini. Namun, efikasinya menurun.

“Data yang kita terima, sampai sekarang masih bisa (vaksin Covid-19 menahan mutasi virus). Beberapa vaksin efikasinya akan menurun, tapi masih bisa memberikan proteksi,” katanya dalam Forum Indonesia Bangkit, Selasa (6/4) lalu seperti dikutip YUKK dari kompas.com.

Apakah mutasi baru ini dominan di Indonesia? Ternyata tidak. Menurut Prof. Amin Subandrio, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), mutasi D614G masih menjadi mutasi yang dominan saat ini. Mutasi ini diidentifikasi di Indonesia awal tahun lalu dan sempat dikhawatirkan mempengaruhi efektivitas vaksin.

Ini Mutasi Corona Paling Dominan di Indonesia
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Selain mutasi tertentu, para ilmuwan juga mewaspadai beberapa varian virus Corona yang telah menyebar di seluruh dunia. Sekurangnya ada tiga varian yang diwaspadai yakni B117 dari Inggris, B1351 asal Afrika Selatan, dan P1 dari Brasil.

“Sejauh ini, yang ditemukan (di Indonesia) masih B117,” kata Prof. Amin.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry