Ini Dia Helena Sky Bridge yang Sedang Hits Itu

Ini Dia Helena Sky Bridge yang Sedang Hits
Helena Sky Bridge (Foto: Arsip Helena Sky Bridge Bantimurung via kompas.com)

Pada awal tahun 2018 ini, salah satu tempat wisata paling favorit untuk kalangan anak muda adalah Taman Nasional Bantimurung, Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kawasan wisata ini punya banyak keunikan, antara lain, karst, goa-goa dengan stalaknit dan stalaknit yang indah, lembah bukit kapur dengan vegetasi tropis, dan air terjun.

Dari berbagai keunikan dan keunggulan itu, yang paling dikenal adalah kupu-kupu. Di sini, terdapat setidaknya 20 jenis kupu-kupu yang dilindungi pemerintah dan ditetapkan sebagai kekayaan yang harus dilindungi melalui Peraturan Pemerintah No. 7/1999. Beberapa spesies unik bahkan hanya ada di Sulawesi Selatan, yaitu Troides helena, Troides hypolitus, Troides haliphron boisduval, Papilo adamantilus, dan Cethosia myrana.

Ini Dia Helena Sky Bridge yang Sedang Hits
Air terjun adalah salah satu daya tarik dari Taman Nasional Bantimurung (Foto: pingthespot.com)

Pada tahun 1856-1857, Alfred Russel Wallace (1823-1913), seorang naturalis, antropolog, penjelajah, dan geografer dari Britania Raya, pernah tinggal di kawasan ini hanya untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu. Dari penelitian itu, ia mengatakan bahwa di Bantimurung ini terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu. Itulah mengapa ia menyebut Bantimurung sebagai “The Kingdom of Butterfly”.

Ini Dia Helena Sky Bridge yang Sedang Hits
Kupu-kupu menjadi ikon Bantimurung (Foto: pingthespot.com)

Untuk menjadikan tempat penangkaran kupu-kupu ini sebagai objek wisata, pemerintah daerah membangun 2 menara di puncak dome raksasa. Kedua menara itu, seperti dilansir dari ksdae.menlhk.go.id, dihubungkan oleh jembatan gantung. Jembatan gantung itu diberi nama “Helena Sky Bridge”. Nama “Helena” diambil dari nama salah satu spesies kupu-kupu yang ada di taman nasional ini, yaitu Troides helena.

Kehadiran jembatan gantung ini memang benar-benar menarik perhatian para wisatawan. Sejak hadirnya Helena Sky Bridge, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini meningkat pesat. Hingga Maret 2017 lalu, sejak diujicobakan pada pertengahan Desember 2016, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 9.352 orang.

Ini Dia Helena Sky Bridge yang Sedang Hits
(Foto: Diary Ainun)

Jumlah wisatawan semakin meningkat pada awal tahun 2018 ini. Menurut Andi Mullatawe, seperti dilansir dari kompas.com, jumlah wisatawan yang ingin menyeberangi jembatan itu lebih dari 300 orang per hari.

“Sekarang lagi favorit Helena Sky Bridge. Satu hari 100-300 orang (wisatawan). Tiap minggu pasti ada dari luar negeri (wisatawan),” katanya.

Pada awalnya, yang mengunjungi kawasan ini hanyalah warga Sulawesi Selatan. Namun, setelah viral di media sosial, terutama lewat Instagram, jumlah wisatawan semakin meningkat.

Ini Dia Helena Sky Bridge yang Sedang Hits
(Foto: instarix.com)

“Akhirnya di-endorse terus melalui medsos. Pengunjungnya sekarang dari luar Sulawesi, Jawa, Sumatera, Bali, NTT, NTB, Maluku, dan Kalimantan. Ada beberapa dari luar negeri,” sambungnya.

Para wisatawan tertarik melintasi jembatan yang tingginya 100 m itu untuk berfoto. Hasilnya adalah foto-foto yang unik. Pemandangan yang dihasilkan adalah karst-karst bebatuan dan hijaunya Taman Nasional Bantimurung. Di bawah jembatan itu ada kubah jaring yang melindungi habitat kupu-kupu.

 

#YUKKpakeYUKK

 

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry