Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam

Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Garam (Foto: Freepik)

Tanpa garam, makanan akan terasa hambar. Namun, terlalu banyak garam pun tak baik untuk tubuh. Garam diketahui sebagai salah satu pemicu penyakit tidak menular.

Berapa batas maksimal konsumsi garam untuk masing-masing orang per hari? Kementerian Kesehatan sudah memberikan batasan yang jelas. Batas konsumsi garam atau natrium per hari untuk masing-masing orang adalah 2.000 mg.

Rasanya cukup sulit untuk menghitung atau mengukur jumlah konsumsi garam dalam sehari. Namun, tidaklah sulit untuk mengetahui apakah kamu sudah mengomsumsi terlalu banyak garam. Ada beberapa tanda yang bisa dilihat:

Buang air kecil terlalu sering

Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ini salah satu tanda umum. Dikutip dari NDTV, sering buang air kecil merupakan tanda adanya penyakit seperti infeksi saluran kencing dan diabetes tipe 2. Jika kamu sudah mengalami hal ini, batasi konsumsi garam dan berkonsultasilah pada dokter.

Merasa haus terus-menerus

Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Wajar jika kamu merasa haus. Namun, jika kamu masih saja merasa haus padahal kamu sudah minum air, ini bisa menjadi tanda bahwa kamu terlalu banyak mengonsumsi garam. Rasa haus itu, seperti dikutip dari Livestrong, disebabkan oleh konsentrasi darah mulai naik karena dipicu peningkatan zat terlarut, termasuk natrium. Pada saat itu, otak dan ginjal mulai bekerja untuk memulihkan keseimbangan. Hormon antidiuretik diaktifkan, sehingga tubuh menahan cairan untuk mengencerkan lonjakan natrium. Hasil penelitian pada Desember 2016 lalu menunjukkan bahwa dalam proses ini, sinyal saraf dapat memberikan sinyal sensasi haus. Agar tidak dehidrasi, tubuh memberikan sinyal haus dan mulut dan kulit terasa kering.

Makanan terasa hambar

Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Tanda lainnya adalah kamu tetap merasa hambar padahal makanan yang kamu makan itu sudah dibumbui dengan garam. Mengapa demikian? Karena dengan makin banyak makan garam, makin bertambah pula kebutuhan tubuh akan garam untuk memperoleh respons serupa.

“Banyak orang mungkin tidak menyadari seberapa banyak kelebihan natrium yang mereka konsumsi sebagai akibat dari perubahan atau penumpulan kemampuan indera pengecap karena kelebihan garam,” kata Mandy Enright, ahli gizi dan pelatih kebugaran di New Jersey, dikutip dari Women’s Health Magazine.

Kembung

Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Jika terlalu banyak garam ada dalam darah, air akan meninggalkan sel-sel tubuh, sehingga menyebabkan pembengkakan. Kamu akan merasa kembung dan begah.

“Kadar garam yang ekstrem, diikuti kelebihan air untuk menyeimbangkannya, bisa mengakibatkan kembung, khususnya pada area perut,” jelas Enright.

Edema

Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Kelebihan garam juga akan menyebabkan pembengkakan di beberapa area tubuh. Bengkak biasanya terdapat pada jari-jemari dan sekitar tungkai. Ini terjadi akibat kelebihan cairan pada jaringan atau disebut edema. Walaupun edema bisa saja merupakan tanda penyakit atau masalah kesehatan lain, kamu tetap harus mengurangi konsumsi garam.

Sakit kepala

Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Apakah kamu pernah mengalami sakit kepala tanpa alasan yang jelas? Coba ingat lagi apa makanan terakhir yang kamu konsumsi.

“Terlalu banyak garam bisa mengakibatkan pembuluh darah otak melebar, yang mana bisa menimbulkan sakit kepala,” kata Enright.

Tekanan darah naik

Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ahli kardiologi preventif di Cleveland Clinic, Luke Laffin, mengatakan bahwa kelebihan garam bisa meningkatkan retensi cairan dan membuat tekanan darah naik. Cairan berlebih bakal memenuhi kapasitas pembuluh darah. Lama-kelamaan, tekanan pada pembuluh darah bisa mengganggu aliran darah dan oksigen ke organ tubuh. Hal itu membuat jantung makin bekerja keras untuk memompa darah. Begitu pula ginjal yang harus kerja ekstra untuk mengembalikan cairan dan menyeimbangkan elektrolit.

“Hipertesi jangka panjang yang tidak terkontrol meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal jantung dan penyakit ginjal kronis,” katanya.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry