Inggris Punya Menteri untuk Urusan Kesepian Lho

Inggris punya menteri untuk urusan kesepian
Ilustrasi (Foto: google)

Dilansir forbes.com, pada awal tahun ini, Theresa May, Perdana Menteri Inggris, mengumumkan sebuah lembaga baru yang dibentuknya untuk mengurus sesuatu yang kedengarannya sangat sepele: masalah kesepian. Ia menunjuk Tracey Crouch, Menteri Olahraga dan Komunitas Sipil, memimpin kelompok antardepartmen untuk menciptakan kebijakan yang tepat dalam rangka mengatasi masalah “kesepian” ini. “Untuk banyak orang, kesepian adalah realitas yang menyedihkan dari kehidupan modern,” katanya.

Pembentukan lembaga baru, dan itu berarti bahwa ada posisi baru, dalam struktur pemerintahan di Inggris jelas merupakan sebuah hal menarik. Lembaga baru itu merupakan wujud dari tindakan responsif yang sangat serius dari sang perdana menteri terhadap sisi kelam dari kehidupan modern ini.

Inggris punya menteri untuk urusan kesepian
Perdana Menteri Theresa May (Foto: sky.com)

Inggris memang sangat serius menanggapi masalah yang, menurut para ahli, dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas ini. Pasalnya, data menunjukkan bahwa 9 juta orang di Inggris Raya mengalami kesepian. Diperkirakan bahwa 2 juta warga berusia 75 tahun ke atas tinggal sendirian. Para manula ini tidak terlibat dalam interaksi sosial selama berhari-hari. Bahkan sampai berminggu-minggu.

Jika masalah kesepian ini tidak ditanggapi dengan sangat serius, May yakin bahwa kehidupan di Inggris akan rumit. Berbagai penelitian sudah menunjukkan bahwa kesepian dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Hasil sebuah penelitian pada tahun 2015 lalu, misalnya, menunjukkan bahwa perasaan kesepian akan meningkatkan risiko seseorang jatuh sakit. Mengapa? Karena kesepian kronik akan memicu perubahan sel, sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi virus berkurang. Kesepian juga akan membuat penyakit bertambah parah. Bahkan kesepian akan meningkatkan kemungkinan kematian lebih cepat sampai 26%.

“Saya ingin menghadapi tantangan ini untuk masyarakat. Dan kita semua harus mengambil langkah dalam menghadapi rasa kesepian yang dirasakan para orang tua, mereka yang kehilangan anggota keluarga, atau sekadar orang yang tak punya kawan bicara,” ungkapnya.

Inggris punya menteri untuk urusan kesepian
Tracey Crouch (kanan) sedang berbicara dengan seorang perempuan (Foto: Getty Images)

Epidemi kesepian
Apakah Inggris menjadi satu-satunya negara yang mengurus masalah perasaan seperti itu? Ternyata tidak. Dalam beberapa tahun terakhir ini, beberapa negara sudah membentuk sebuah departemen yang mengurus hal seperti itu. Lihat saja Uni Emirate Arab dan India. Di situ, ada menteri urusan kebahagiaan.

Hal itu menunjukkan bahwa kesepian adalah ancaman nyata terhadap kehidupan. Para ahli sudah jauh-jauh hari mengatakan bahwa kesepian adalah faktor penyebab kematian dini.

Inggris punya menteri untuk urusan kesepian
Ilustrasi (Foto: google)

Dalam beberapa tahun terakhir ini, para ahli melihat bahwa dunia sedang menghadapi epidemi kesepian. Pada tahun 2010 lalu, 40% orang Amerika Serikat merasa kesepian. Itu adalah angka yang tidak kecil. Bahkan naik dua kali lipat dari tahun 1980-an.

Di Australia, menurut penelitian, 1 dari 3 orang diketahui merasa kesepian. Dan di Jepang, kodokushi (mati dalam kesendirian) adalah masalah yang nyata.

“Ada bukti kuat bahwa isolasi sosial dan kesepian meningkatkan risiko kematian dini secara signifikan. Dan besarnya risiko melebihi banyak indikator kesehatan lainnya,” kata psikolog Julianne Holt-Lunstad dari Brigham Young University.

 

#YUKKpakeYUKK

 

1
like
1
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry