Gara-Gara iPhone dan iPad, Apple Didenda Rp4,3 Triliun

Gara-Gara iPhone dan iPad, Apple Didenda Rp4,3 Triliun
Ilustrasi (Foto: Viral Bake)

Apple kembali menghadapi masalah besar. Raksasa teknologi asal Cupertino, California, Amerika Serikat, itu dituduh melakukan pelanggaran hak paten. Dendanya mencapai Rp4,3 triliun.

Tuduhan pelanggaran hak paten itu dilayangkan oleh Optis Wireless Technology. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne pada 1976 itu dituding melanggar paten milik Optis terkait teknologi 4G/LTE (Long Term Evolution). Teknologi itu digunakan Appel pada perangkat iPhone, iPad, dan Apple Watch.

Gara-Gara iPhone dan iPad, Apple Didenda Rp4,3 Triliun
iPhone (Foto: Tom’s Guide)

Dalam pengadilan federal di Texas, Amerika Serikat, juri memutuskan bahwa Apple bersalah karena telah melanggar paten milik Optis. Apple diminta membayar ganti rugi royalti sebesar US$300 juta atau setara dengan Rp4,3 triliun.

Pihak Apple mengatakan bahwa Optis tidak memiliki gugatan apa pun dan mencari uang dengan cara menggugat perusahaan-perusahaan lain dengan koleksi paten yang sengaja dikumpulkan.

Gara-Gara iPhone dan iPad, Apple Didenda Rp4,3 Triliun
Apple Watch (Foto: 9tomac.com)

“Kami (Apple) akan terus berusaha agar mereka tidak dapat menerima uang yang tidak masuk akal itu dari paten yang mereka peroleh,” kata juru bicara Apple.

Perlu diketahui bahwa gugatan yang dilayangkan Optis kepada Apple terkait dugaan pelanggaran hak paten itu sebetulnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Pada 2020 lalu, pengadilan memutuskan bahwa Apple harus membayar ganti rugi sebesar US$506 juta. Setara dengan lebih dari Rp7,2 triliun.

Gara-Gara iPhone dan iPad, Apple Didenda Rp4,3 Triliun
Ilustrasi (Foto: openpr.com)

Dilansir dari The Verge, Apple kemudian membujuk Hakim Distrik Amerika Serikat, Rodney Gilstrap, untuk melakukan pengadilan ulang. Gilstrap mengatakan bahwa juri dalam pengadilan awal belum mempertimbangkan apakah nilai ganti rugi sudah sesuai dengan ketentuan FRAND (Fair, Reasonable and Non-Discriminatory) untuk kasus paten yang bersifat standard essential atau belum.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry