Gara-Gara Diretas, Game of Thrones Tak Mau Siapkan Naskah

Game of Thrones
(Foto: vox.com)

Game of Thrones ditayangkan perdana pada April 2011 lalu di HBO. Sejak saat itu, serial yang diadaptasi dari novel karya George R. R. Martin itu menjadi serial televisi yang paling banyak ditonton. Data dari TorrentFreak menunjukkan bahwa episode terakhir dari season kelima serial itu diunduh 14,4 juta kali pada tahun 2015 lalu. Jauh lebih tinggi daripada jumlah unduhan serial televisi lainnya.

Serial itu memang merupakan serial yang paling banyak diunduh. Namun, serial itu juga merupakan serial yang paling banyak diretas. Paling banyak dibajak. Dan data mencatat bahwa Game of Thrones musim ketujuh lalu diretas secara gila-gilaan.

Game of Thrones
(Foto: google)

Pembajakan itu membuat HBO gerah. Tim produksi serial itu dituntut melakukan berbagai cara untuk melindungi naskah serial musim selanjutnya. Salah satunya adalah dengan menutup rapat-rapat naskah serial, termasuk kepada para bintangnya sendiri. “Musim pertama, kami mendapat naskah. Namun, setelah beberapa tahun, mereka menjadi paranoid karena ada beberapa pembocoran. Jadi, kami hanya mendapatkan versi digitalnya. Hanya dengan file PDF,” kata Nikolaj Coster-Waldau, salah satu bintang Game of Thrones, kepada Skavlan, program acara bincang-bincang di televisi Norwegia dan Swedia, Kamis (12/10) lalu, seperti dikutip Ace Showbiz.

Game of Thrones
Nikolaj Coster-Waldau (Foto; pinterest.co.uk)

HBO memang berusaha melakukan apa saja untuk menjaga kerahasiaan naskah serial yang terkenal itu. Saking ketatnya upaya itu, sampai-sampai para pemainnya tidak diberikan naskah sama sekali. “Sekarang kami bahkan tidak mendapatkan naskah. Saat kami akan melakukan adegan, kami baru diberi tahu apa yang harus kami lakukan,” sambung pemeran tokoh Jaime Lannister itu.

Memang terdengar seperti langkah naïf apa yang dilakukan HBO ini. Namun, langkah itu dianggap sebagai langkah yang tepat untuk melindungi naskah serial itu. “Kami diberi earphone untuk sebuah adegan, lalu seseorang akan mendiktekan dialognya, dan kami melakukannya,” katanya.

Game of Thrones
(Foto: google)

Tidak hanya itu langkah ekstrem yang ditempuh HBO. Masih ada yang lain. Langkah yang lain itu adalah merekam akhir cerita Game of Thrones dalam beberapa versi. Dengan demikian, orang tidak akan tahu persis versi mana yang akan dipakai. “Anda harus melakukannya untuk sebuah pertunjukan yang panjang karena ketika Anda syuting sesuatu, orang akan tahu. Jadi, mereka akan syuting beberapa versi, sehingga tidak ada jawaban yang pasti dan jelas tentang akhir cerita,” katanya.

#YUKKpakeYUKK

3
like
5
love
0
haha
0
wow
0
sad
1
angry