Fakta Tentang Museum Bahari yang Harus Kamu Ketahui

News | 17 January 2018
Fakta tentang Museum Bahari
(Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Banyak orang sedih dan kecewa karena terbakarnya gedung C dan sebagian gedung A Museum Bahari. Tidak hanya karena gedung itu merupakan salah satu cagar budaya, tetapi juga karena gedung itu menyimpan jejak-jejak sejarah kemaritiman Nusantara. Mulai dari Sabang sampai Merauke. Kebakaran itu menyebabkan banyak peninggalan sejarah dan miniatur hangus.

Baca juga : Air Mata Cika untuk Museum Bahari

Dari hasil registrasi ulang pada tahun 2011-2012 lalu, seperti dilansir dari kompas.com, diketahui bahwa dalam Museum Bahari ini tersimpan 768 buah koleksi. Dari jumlah itu, sekitar 200 item di antaranya adalah benda asli. Sementara sisanya merupakan miniatur atau replika.

Berikut ini beberapa fakta penting dan menarik yang harus kamu ketahui tentang Museum Bahari:

Bangunan tertua

Fakta tentang Museum Bahari
(Foto: google)

Museum Bahari tercatat sebagai salah satu bangunan tertua di Jakarta. Gedungnya dibangun Belanda pada tahun 1652, tepatnya pada akhir masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Christoffel van Swoll. Pembangunannya dilakukan tahun secara bertahap (tiga kali) dan baru selesai pada tahun 1774. Bangunan yang berdiri persis di samping muara Ciliwung ini punya dua sisi: Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat di sisi barat dan Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang Barat terdiri atas 4 unit bangunan. Tiga unit di antaranya digunakan sebagai Museum Bahari.

Gudang komoditas

Fakta tentang Museum Bahari
Ruangan di lantai 2 ini digunakan sebagai tempat menjemur rempah-rempah (Foto: kompas.com)

Dahulu, pada masa kejayaan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), gedung Museum Bahari dijadikan sebagai gudang untuk menyimpan berbagai komoditas utama VOC seperti rempah-rempah. Kopi, teh, dan cengkih adalah hasil bumi Nusantara yang laris di pasaran Eropa waktu itu. Sementara di Gudang Barat disimpan komoditas berharga yang dijual di Nusantara seperti tembaga, timah, hingga tekstil.

Gudang makanan dan senjata

Fakta tentang Museum Bahari
Salah satu sudut di Gedung Barat (Foto: spiceislandsblog.com)

Ketika Jepang berkuasa, gudang milik kongsi dagang Belanda ini dijadikan sebagai gudang makanan dan senjata tentara Jepang. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini pun dijadikan sebagai gudang oleh PLN dan PTT. Pada tahun 1976, bangunan ini dipugar kembali. Setahun kemudian, tepatnya pada 7 Juli 1977, bangunan ini diresmikan sebagai Museum Bahari.

Koleksi maritim yang paling lengkap

Fakta tentang Museum Bahari
Miniatur perahu (Foto: kompas.com)

Museum ini punya 850 koleksi berharga. Mulai dari perahu yang digunakan pada zaman nenek moyang hingga kapal modern dari TNI AL. Jumlahnya ratusan buah. Tak hanya koleksi perahu, tapi juga berbagai hal yang berkaitan dengan kemaritiman seperti alat navigasi dari zaman Belanda, peralatan senjata kapal, replika dan benda asli kapal laut dari Nusantara, dan diorama peristiwa bahari.

Beberapa bagian masih asli

Fakta tentang Museum Bahari
(Foto: Dok. Agustaman via kompas.com)

Bangunan ini tercatat sebagai salah satu bangunan tertua yang masih berdiri kokoh di Jakarta. Dindingnya amat tebal dan tiang penyangga dari kayu yang amat kokoh. Sebagian besar komponennya dinyatakan masih asli oleh pihak museum. Di antaranya Menara Syahbandar, bangunan yang dijadikan gudang rempah, hingga lantai batu di beberapa bagian museum.

Pernah terbakar

Fakta tentang Museum Bahari
Museum Bahari kembali terbakar pada Selasa (16/1) lalu (Foto; kompas.com)

Kebakaran pada Selasa (16/1) lalu bukanlah yang pertama terjadi di museum ini. Kepala UPT Museum Kebaharian, Husnison Nizar, mengatakan bahwa sebelumnya pernah terjadi beberapa kebakaran kecil di museum ini. “Sejak dibangun tanggal 7 bulan 7 1977, pernah ada beberapa kebakaran kecil, tapi bisa kita padamkan,” katanya.

Miliaran rupiah

Fakta tentang Museum Bahari
(Foto: kompas.com)

Museum Bahari ini baru saja direnovasi. Proses renovasi selesai pada pada 30 November 2017 lalu. Proses renovasi juga menyentuh bangunan Gedung C yang ludes terbakar. “Tapi itu hanya bangunan fisik seperti ganti komponen kayu, kaso yang rapuh, cat gedung, tapi belum termasuk instalasi listrik,” kata Husnison. Proses renovasi itu menelan biaya hingga Rp7 miliar.

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry